Wagub Ingatkan Desa Wisata di NTB Harus Berbenah

Wagub NTB Hj. Sitti Rohmi Djalilah saat meresmikan Peresmian Penataan Fasilitas Destinasi dan Kelembagaan Desa Wisata Sugian, Kecamatan Sambelia, Senin, 1 Februari 2021. (Suara NTB/ist)

Selong (Suara NTB) – NTB memiliki banyak potensi desa wisata. Potensi desa wisata ini ada di Pulau Lombok maupun Pulau Sumbawa. Untuk itu, Pemprov NTB mendorong pengembangan desa wisata, karena itu sejak setiap desa yang telah ditetapkan menjadi desa wisata harus mulai berbenah, menata dan mengelola setiap potensi wisata di desanya. Salah satunya adalah Desa Wisata Sugian, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur (Lotim)

Demikian disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, MPd., saat Peresmian Penataan Fasilitas Destinasi dan Kelembagaan Desa Wisata Sugian, Kecamatan Sambelia, Senin, 1 Februari 2021. Ikut mendampingi Wagub Asisten I Setda NTB, Asisten II Setda NTB, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi NTB, Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa dan Kependudukan dan Catatan Sipil, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Kepala Dinas Perdagangan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Kesehatan dan pejabat dari Pemkab Lombok Timur.

Iklan

Wagub menyebut, Desa Sugian memiliki keindahan alam yang luar biasa karena dipenuhi 17 spesies pohon mangrove. Dengan potensi yang luar biasa itu, ujarnya, Pemprov NTB memberikan beberapa sentuhan terhadap desa tersebut hingga keindahan alamnya dapat dinikmati oleh wisatawan yang akan mendatangkan manfaat bagi masyarakat.

Wagub juga berpesan pada perangkat desa agar penataan dan bantuan yang diberikan oleh pemerintah harus dipelihara dengan baik. Begitu juga kepada masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan agar wisatawan nyaman berada di desa tersebut.

Tidak hanya itu, Wagub dalam setiap kegiatannya bersama masyarakat, termasuk di Desa Sugian berpesan agar masyarakat selalu disiplin dalam penerapan protokol kesehatan di tengah masih tingginya angka penularan Covid-19. Sebelumnya dalam menjaga kebersihan, masyarakat harus menerapkan 3 M, tapi sekarang menjadi 5 M, yakni memakai masker, mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi.

“Dengan tetap disiplin menerapkan protocol kesehatan yang benar, sebagai upaya bersama kita untuk menekan angka penularan Covid-19 sehingga kita bisa hidup secara sehat, produktif dan aman,’’ ujarnya mengingatkan.

Kepala Dinas Pariwisata NTB HL Moh Faozal, M.Si., menambahkan, dalam RPJMD Provinsi NTB ada 99 desa wisata yang menjadi target Pemprov NTB untuk bisa dituntaskan. Menurutnya, ada 4 katagori desa wisata yakni mulai dari katagori rintisan, berkembang, mandiri dan maju. Dari 4 katagori tersebut  dilakukan pula pengembangan dengan intervensi yang beda-beda, seperti di Desa Sugian lebih pada penguatan kelembagaannya. Mengingat Desa Sugian masih dalam kategori desa wisata yang mulai berkembang, karena itu infrastruktur dasarnya harus lebih diperkuat.

“Setelah kita meresmikan desa wisata seperti ini, kita tidak lantas tinggal diam. Namun kita terus pantau perkembangannya, melakukan peningkatan SDM yang pada akhirnya secara bertahap menuju desa wisata yang mandiri dan maju seperti Desa Kembang Kuning ataupun Desa Tetebatu di Lombok Timur,” ujarnya.

Terpisah Kepala Desa Sugian Lalu Mustiadi mengungkapkan, konsep desa wisata ini sebenarnya sangat menarik, karena nantinya akan banyak terlibat stakeholder  sendiri secara umum. Setelah ditetapkannya Desa Sugian sebagai desa wisata pihaknya mulai berbenah, meski diakuinya banyak bencana selama ini menimpa Desa Sugian seperti gempa bumi 2018, pemulihan pemukiman warga pasca gempa disusul saat ini pandemi Covid-19.

Meski demikian, pihaknya mengaku bangga dengan semangat  dan optimisme masyarakatnya terhadap pengembangan desa wisata. Menurutnya, masyarakat menyadari dengan kehadiran desa wisata ini akan memberikan dampak ekonomi masyarakat yang semakin meningkat.

“Bahkan kita untuk pengembangan desa wisata ini saat ini kita tengah menggodok Peraturan Desa (Perdes) sebagai regulasi dan acuan dalam pengelolan Desa Wisata Sugian ke depannya,” ujarnya.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Sugian Aliman  menyatakan, Pokdarwis Desa Sugian terbentuk sejak tahun 2018, meski tahun-tahun sebelumnya sudah lama digaungkan Desa Wisata Sugian. Diakuinya, inisiatif masyarakat, pemuda dan didukung pemerintah desa juga sangat berperan dalam mengembangkan Desa Wisata Sugian.

Usai melakukan peresmian, Wagub juga berkesempatan melakukan peninjauan ke produk olahan masyarakat, posyandu dan PKK, peninjauan lapak desa dan UMKM Desa Sugian. (r)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional