Wabup Sumbawa Minta Kasek Razia Panah di Sekolah

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah meminta kepada para Kepala Sekolah untuk melakukan razia panah di internal sekolah masing-masing. Mengingat para terduga pelaku insiden panah beberapa waktu lalu adalah anak-anak usia sekolah.

Hal itu disampaikan Wabup pada Upacara Peringatan Hari Pendidkan Nasional Tahun 2018, Rabu, 2 Mei 2018 di Halaman Kantor Bupati Sumbawa. Upacara diawali dengan penyerahan hadiah kepada pemenang Lomba Sekolah Sehat (LSS) Tingkat Kabupaten Sumbawa dari tingkat TK, SD, dan SMP, yang akan mewakili Kabupaten Sumbawa pada Lomba LSS Tingkat Provinsi Bulan Juli mendatang.

Iklan

Selanjutnya, dalam sambutan Mendikbud yang dibacakan Wabup, mengajak untuk menjadikan peringatan kali ini sebagai momentum untuk merenungkan hubungan erat antara pendidikan dan kebudayaan. Sebagaimana tecermin dalam ajaran, pemikiran, dan praktik pendidikan yang dilakukan oleh Ki Hadjar Dewantara.

UU Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) Tahun 2003, Pasal 1 ayat 2, disebutkan pendidikan nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Sedangkan kebudayaan nasional merupakan akar pendidikan nasional.

Di sinilah terjadinya titik temu antara pendidikan dan kebudayaan. Menurut Menteri, jika kebudayaan nasional menghunjam kuat di dalam tanah tumpah darah Indonesia, akan subur dan kukuh pulalah bangunan pendidikan nasional Indonesia.

Atas dasar pikiran tersebut, pada Hardiknas ini Menteri mengajak untuk berkomitmen dengan terus berikhtiar membangun pendidikan yang dihidupi dan disinari oleh kebudayaan nasional. Begitu pula sebaliknya, jika pendidikan subur dan rindang, akar kebudayaan akan lebih menghunjam kian dalam di tanah tumpah darah Indonesia. (arn)