Wabup Sumbawa Evaluasi Pemeriksaan Covid-19

H. Mahmud Abdullah. (Suara NTB/ind)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah melakukan rapat evaluasi bersama sejumlah pimpinan OPD yang tergabung dalam gugus tugas penanganan Covid-19, Senin, 18 Mei 2020. Dalam pertemuan tersebut, salah satu yang menjadi bahan evaluasi yakni terkait metode pemeriksaan yang dilakukan.

“Kita coba evaluasi terutama untuk tes covid. Mana yang lebih efektif alat rapid test atau dengan swab kayak kemarin,” ujar Wabup kepada wartawan usai menggelar rapat evaluasi.

Iklan

Dijelaskan Wabup, rapat evaluasi dilakukan bersama Sekda, para asisten dan sejumlah pimpinan OPD. Dalam pertemuan sudah dipaparkan mengenai tes swab serta rapid test yang sudah dilakukan. Sehingga tim diminta untuk menelaah mana yang lebih efektif.

“Kalau memang swab lebih bagus dan efektif, biaya tidak terlalu mahal, kenapa tidak langsung saja kita swab nda usah kita rapid. Karena rapid akhirnya diswab juga. Ini yang saya coba suruh lihat mereka dulu. Walaupun protokol kesehatan harus rapid test, itu kan protokol mereka. Yang tanggung kan kita. Dana itu dana kita. Kalau ada rapid kita diberikan (bantuan alat red), ndak apa-apa. Tapi kalau dana APBD juga kenapa tidak kita cari yang lebih efektif. Itu sih penekanannya, belum ada keputusan. Kita minta waktu secepatnya,” terangnya.

Selain terkait pemeriksaan, menurutnya, juga dilakukan evaluasi tentang tugas yang sudah dilaksanakan. Jika dimungkinkan ada kegiatan yang tidak efektif, lebih baik dialihkan untuk kegiatan lain.

“Termasuk juga disuruh evaluasi kembali tentang tugas yang sudah dilaksanakan selama ini. Barangkali ada kira-kira yang kelihatan mubasir dan tidak ada tindaklanjut, mengapa tidak kita alihkan ke kegiatan yang lain. Kalau memang ada kelanjutan, tetap dilaksanakan. Kan itu perlu evaluasi,” sebut Wabup.

Penggunaan anggaran ini, lanjutnya, harus efektif. Karena penanganan covid ini masih berproses dan belum bisa diketahui masa berakhirnya. “Termasuk dengan penggunaan anggaran harus ditelisik. Anggaran belum bisa kita katakan cukup, karena kita belum tahu sampai kapan proses. Cuma dana sudah kita siapkan. Baik untuk penanganan dampak ekonomi, sosial dan kesehatan,” pungkasnya. (ind)