Wabup Lotim Tidak Ingin Investor ‘’Akan’’

Lahan di Pantai Seriwe yang sudah dikuasai investor dan rencananya akan dibangun hotel dan vila. (Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB) – Lombok Timur (Lotim) merupakan daerah yang cukup banyak diminati investor. Termasuk investasi bidang pariwisata. Dalam menghadirkan investasi, Pemerintah Kabupaten Lotim memastikan tidak ingin ada investor ‘’akan’’. Investor yang hanya minat doang tanpa ada keseriusan untuk memulai investasinya.

“Kita tidak ingin investor ‘’akan’’,” terang Wakil Bupati Lotim, H. Rumaksi Sjamsuddin menjawab Suara NTB beberapa waktu lalu.

Iklan

Rumaksi menggatakan investor yang masuk ke Lotim harus benar-benar serius. Semua investor yang masuk harus membuat surat jaminan keseriusan dalam berinvestasi.  Apalagi beberapa investor di Lotim sudah banyak yang masuk dan sudah mulai dengan peletakan batu pertama. Di antaranya, pembangunan hotel dan Resort Alila di Pantai Seriwe. Selain itu, beberapa waktu lalu dilakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking pembangunan resort di Tampah Boleq.

Terhadap yang sudah melakukan groundbreaking itu, dimungkinkan belum memulai melanjutkan investasi, karena karena ada agenda Pemilihan Umum (Pemilu) serentak. “Kan ada pilpres jadi kan orang takut membangun,”  ucapnya.

Soal kendala masih lemahnya inftrastruktur, Pemkab Lotim sudah komitmen mulai tahun 2019 ini akan membangun Infrastruktur.  Lotim sudah persiapkan percepatan pembangunan infrastruktur dengan sistem multiyears membangun infrastruktur selama tiga tahun dengan anggaran Rp300 miliar. Prioritas pembangunan infrastruktur ini adalah jalan-jalan menuju destinasi wisata di wilayah Lotim bagian selatan. “Destinasi wisata menjadi prioritas kita,” demikian. (rus)