Wabup Lotim Tekankan Pengelolaan SRG untuk Kesejahteraan Petani

Ilustrasi (Petani)

Selong (Suara NTB) – Wakil Bupati Lombok Timur (Lotim), H. Rumaksi Sjamsuddin., SH. menerima rombongan kunjungan kerja Kepala Badan Pengawas Perdanganan Berjangka Komuditi (BAPPEBITI) Kementerian Perdaganan yang diketuai Ir. Tjahya Widayanti, Msc., Senin, 17 Februari 2020. Kunjungan ini dalam rangka koordinasi sistem pengelolaan Resi Gudang (SRG) sebagai upaya mempercepat akselerasi pertumbuhan ekonomi di mana diperlukan penciptaan distribusi perdagangan yang efisien dan memiliki daya saing.

Acara berlangsung di Aula Sistem Resi Gudang (SRG) Pemkab Lombok Timur Desa Pringgabaya Utara Kecamatan Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur. Turut hadir pada acara tersebut, Kepala OPD terkait seperti Bappeda, Bapenda, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pertanian Kabupaten Loti., serta Kepala Pengelola SRG.

Iklan

Dalam penerimaannya, wabup menyampaikan potensi lahan jagung di NTB relatif lebih luas dibanding daerah lain yang dikenal sebagai penghasil jagung nasional seperti Gorontalo. Di Lotim saja luas lahan potensial untuk tanaman jagung mencapai 100 ribu hektare akan tetapi belum dapat dikelola secara optimal. Ia mencontohkan keberadaan gudang yang diharapkan dapat mendukung petani, belum berjalan sesuai harapan.

Wabup berharap kehadiran kunjungan kerja Kepala BAPPEBITI ini berhasil mengoptimalkan kinerja gudang ini sehingga ke depan mampu mengangkat perekonomian petani.

Menjawab hal itu, Kepala BAPPEBITI menyampaikan keberadaan gudang dengan SRG yang telah ada di Lombok Timur sebagai dukungan untuk keberlangsungan usaha tani, dalam konteks ini adalah petani jagung. Tjahya Wijayanti mengajak untuk mengevaluasi keberlangsungan SRG di Lotim. Ia menyebut sedikitnya terdapat tiga hal dalam kelembagaannya, yaitu manajer, penguji mutu dan lembaga pembiayaan.

Resi gudang dilihatnya bukan profit oriented, melainkan benefit oriented, memberikan manfaat lebih, tidak sekadar memberikan pembiayaan langsung, menyimpan, menunda jual sampai mendapatkan harga yang sesuai, kepada petani melainkan dapat memberikan pembinaan dan bantuan lainnya.

Pengelola gudang, menurut Kepala BAPPEBITI haruslah memiliki jiwa enterprenuer, berkreasi dan berinovasi. Ia berharap berkat dukungan Pemda supaya SRG ini dapat berjalan dengan lebih optimal demi meningkatkan kesejahteraan petani di daerah ini. Gudang SRG di Lotim yang dibangun  di Barang Bantun, Desa Pringgabaya Utara, melalui dana alokasi khusus (DAK) Kementerian Perdagangan RI tahun 2012 lalu ini sebelumnya dikelola Pemkab Lotim bekerjasama dengan Koperasi Selaras yang berakhir pada 31 Juli 2018. Pengelolaan selanjutnya akan dilakukan dengan badan usaha lain yang mendapatkan rekomendasi pengelolaan. Pengeloaan secara profesional diharapkan memberikan kontribusi berarti terhadap PAD Lombok Timur. (yon)