Wabup Lotim Ancam Pecat ASN yang Terlibat Penipuan

Rumaksi Sjamsuddin.(Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Wakil Bupati (Wabup) Lombok Timur (Lotim), H. Rumaksi Sjamsuddin, SH, geram atas sikap sejumlah oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terindikasi melakukan penipuan. Ia berjanji akan memberikan sanksi tegas berupa pemecatan terhadap ASN tersebut. Wabup juga meminta supaya ASN yang bersangkutan dapat diselesaikan secara hukum.

  “Dipenjarakan saja apabila ada ASN yang melakukan penipuan. Apabila tindakannya tidak sesuai aturan dan bertentangan dengan hukum sebaiknya dipenjarakan saja,” tegasnya saat dikonfirmasi, Sabtu, 16 Februari 2020.

Iklan

Sejauh ini, Wabup mengaku belum mendapat laporan dari masyarakat terkait adanya oknum ASN yang melakukan penipuan itu, baik yang menjanjikan ASN maupun proyek. Namun ia sangat menyayangkan tindakan-tindakan dari para oknum ASN secara tidak terpuji. Ia juga meminta kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya pada oknum ASN, baik dia merupakan orang dekat bupati atau bukan.

“Masyarakat kita minta supaya cerdas. Misalnya untuk jadi ASN itu secara terpusat dan bukan di daerah. Jadi tidak mungkin seorang ASN bisa meloloskan orang jadi PNS,” katanya.

Selaku orang nomor dua di daerah ini, Ketua DPD Partai Nasdem Lotim ini menegaskan supaya masyarakat langsung melapor ke aparat penegak hukum (APH) apabila merasa dirugikan. Langkah ini juga sebagai upaya memberikan efek jera terhadap oknum-oknum ASN yang memanfaatkan ketidaktahuan masyarakat untuk meraup keuntungan dengan cara yang tidak benar.

“Sekali lagi saya tegaskan supaya dipenjarakan saja ASN-ASN nakal seperti itu. Sangat mencindera ASN yang lain,”terangnya.

Diketahui, seorang ASN di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) yang saat ini menjabat Sekretaris Desa Pandandure Kecamatan Terara, inisial SS diduga melakukan penipuan terhadap sejumlah masyarakat. Tak main-main, terduga yang dalam menjalankan aksinya ini dengan mengatasnamakan dirinya tim sukses (timses) Sukiman-Rumaksi dan saat ini meraup rupiah hingga Rp75 juta lebih.

Modus yang digunakan oleh pelaku dengan menjanjikan para korban proyek, SK daerah hingga jabatan. SS diduga dalam menjalankan aksinya tidak sendirian, sehingga berhasil mengelabui korbannya yang saat ini berjumlah enam orang dari berbagai kalangan, mulai dari sopir, mahasiswa, wiraswasta bahkan PNS.

Seperti disampaikan salah satu korban, Yusri Hadi asal Kampung Pedaleman Masbagik Utara. Korban yang menjalankan usahanya di bidang kontraktor ini dijanjikan kegiatan proyek di Dispora Lotim berupa pembangunan rumah jaga di Gedung Pemuda dan Mahasiswa pada bulan Mei tahun 2019 lalu. Namun sekian lama menunggu, proyek tersebut tidak kunjung keluar. Bahkan pelaku kembali berdalih dan menawarkan proyek di Dinas Pertanian. (yon)