Wabup KLU Minta Rekrutmen Tenaga Kesehatan Tidak Pilih Kasih

Tanjung (Suara NTB) – Rekrutmen tenaga kontrak lingkup tenaga kesehatan (perawat dan bidan) hingga memunculkan aksi mogok, membuat Wakil Bupati Lombok Utara, Sarifudin, SH. MH., prihatin. Ia pun mengimbau kepada seluruh SKPD agar dalam merekrut tenaga kontrak  tidak pilih kasih.

Kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa, 24 Oktober 2017, Sarifudin mengungkapkan banyak hal yang harus diperbaiki dalam proses rekrutmen tenaga kontrak. Hal mendasar tentunya pemberian informasi dan pemahaman kepada para pelamar, bahwa masa pengabdian yang panjang tidak menjamin tenaga kontrak untuk diangkat sebagai CPNS.

Iklan

Ia beranggapan, pelamar baik dari Lombok Utara maupun luar daerah masih menyimpan harapan besar bahwa dengan mengabdi lama di satu daerah, akan menjadi pertimbangan untuk bisa diangkat menjadi PNS.

“Di Puskesmas statusnya bukan kontrak daerah tapi kontrak kerja biasa. Tidak ada jaminan menjadi PNS. Pelamar mungkin lupa, kontrak kerja bukan honor daerah. Jadi lama mengabdi tidak menjamin akan di-PNS-kan atau kontrak berkelanjutan,” ungkapnya.

Hal yang perlu ditata berikutnya, kata wabup, adalah mengacu pada PP 48 di mana rekrutmen sebaiknya dilakukan melalui peran pihak ketiga. Hanya saja, regulasi itu mengatur 3 jenis tenaga saja yang bisa direkrut yakni jaga malam, satpam dan petugas cleaning service.

Kendala yang dihadapi daerah terkait PP tersebut, mengarah pada kekurangan tenaga teknis dan pelayanan yang mensyaratkan profesionalisme. Kekurangan tenaga yang ada di puskesmas dan dinas tidak bisa direkrut melalui pihak ketiga karena pertimbangan teknis dan kebutuhan SKPD.

“Untuk saat ini kita sudah lakukan (rekrutmen melalui pihak ketiga) di RSUD. SDM yang diajukan ke Pemda sesuai dengan usulan,” sambungnya.

Meski ada peluang untuk dipihakketigakan, pola rekrutmen tersebut cukup rentan. Sebab pihak ketiga juga mengedepankan prinsip money oriented yang bisa berakibat pada pemotongan upah tenaga kerja sesuai besaran yang disepakati.

“Yang jelas rekrutmen untuk Puskesmas Bayan pasti kita sesuaikan dengan kebutuhan. Pasti ditambah karena mobilitas pelayanan masyarakat cukup tinggi,” jelasnya.

Di sisi lain, ia mengimbau agar seluruh rekrutmen dilakukan secara transparan, sehingga tidak menimbulkan kecurigaan di kalangan pelamar. Lebih penting dari itu semua, rekrutmen mengedepankan asa keadilan tanpa pandang bulu.

“Dalam rekrutmen juga jangan pilih kasih, yang penting prinsipnya adil. Jangan karena kedekatan lalu kita terima dan mengabaikan yang lain,” pungkasnya. (ari)