Wabup Bima Sebut BB Hasil OTT Adalah Dana BOS

Bima (Suara NTB) – Penasehat Satgas Saber Pungli Kabupaten Bima, Drs. Dahlan M. Noer mengaku Barang Bukti (BB) uang yang berhasil disita pada saat OTT di kantor UPT Dikbudpora Kecamatan Bolo, belum lama ini merupakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Hasil pemeriksaan sementara, BB yang disita saat OTT bukan hasil pungutan langsung pada setiap siswa, melainkan dana BOS,” katanya usai menggelar rapat bersama dengan Tim Satgas Saber Pungli Kabupaten Bima di aula kantor Bupati Bima, Rabu, 28 Maret 2018.

Iklan

Dia menjelaskan, jika mengacu pada Permendikbud Nomor 1 Tahun 2018, tentang Petunjuk Teknis (Juklak) dan Petunjuk Pelaksana (Juklak) dalam pengunaan dana BOS diperbolehkan untuk dipotong.

“Tapi pemotongan bisa dilakukan berdasarkan hasil kesepakatan pihak sekolah dengan komite,” kata Dahlan yang juga Wakil Bupati Bima ini.

Menurutnya, pemotongan ini diambil dari kas dana BOS. Berdasarkan kesepakatan dipatok Rp50.000 per siswa. Pemotongan tetap mengacu pada Permendikbud setelah ada kesepakatan bersama.

“Intinya uang yang diambil tidak dipungut langsung ke siswa atau masyarakat. Sementara keterlibatan UPT Dikbudpora sebagai pihak yang menyediakan soal try out,” katanya.

Meski demikian, kasus tersebut akan tetap diproses. Bahkan Dahlan meminta APH dalam hal ini Polres Bima untuk terus mendalami kasus OTT tersebut. Terutama melakukan serangkaian penyelidikan apakah ada kerugian Negara.
“Kasusnya tetap diproses. Naumn perlu juga dilihat dari pelanggaran hukumnya,” pungkasnya. (uki)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here