Volume Sampah Berkurang di Mataram

0
H. M. Kemal Islam. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram, H. M. Kemal Islam mengatakan volume sampah di Mataram berkurang. Strategi pemilihan sampah organik dan anorganik dinilai berhasil. Volume sampah sebelumnya 220-240 ton per hari mampu ditekan di bawah 200 ton.

“Kita berusaha mengurangi buang sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), karena kita harus melakukan pemilihan sampah,” kata Kemal ditemui, Senin, 3 Januari 2022.

IKLAN

Sampah yang tidak dibuang adalah bekas plastik karena bernilai uang. Sampah jenis itu dipilah oleh pemulung. Sementara, sampah rumah tangga kedepannya akan dikumpulkan untuk diberikan makan ke maggot.

Pemilahan sampah tidak sederhana. Selain minimnya sarana-prasarana, juga dibutuhkan partisipasi masyarakat. Selama ini, sampah plastik penyumbang terbesar sampah di Kota Mataram. Persoalannya adalah belum ada yang menampung, sehingga dianggap sampah yang belum mempunyai manfaat untuk dikelola.

Beda halnya dengan sampah organik dapat dikelola menjadi pupuk dan lain sebagainya. Kemal mengaku, sedang mengembangkan budidaya maggot di Kebon Talo, Kelurahan Ampenan Utara. Anggaran disiapkan sekitar Rp1,2 miliar untuk pembangunan sarana-prasarana dan lain sebagainya.

Maggot atau sejenis larva ini, memiliki pangsa pasar cukup bagus di masyarakat. Industri rumahan manggot mulai dikembangkan di Kelurahan Mataram Timur. Maggot sendiri sambungnya, diperuntukkan untuk makanan burung, ikan dan bahan utama pembuatan tepung untuk pakan ikan. “Tepung maggot ini bergizi untuk makanan ikan dan burung,” jelasnya.

Karena itu, pihaknya akan menjalin kerjasama dengan hotel dan rumah makan untuk mengumpulkan sisa makanan. Selanjutnya, sisa makanan itu akan digunakan sebagai bahan makanan maggot.

Disinggung belum optimalnya pemanfaatan bank sampah, Kemal membenarkan hal tersebut. Pengembangan atau budidaya maggot ini akan menambah pekerjaan pengelola bank sampah. “Makanya budidaya maggot ini kita kembangkan untuk menambah pekerjaan pengelola bank sampah,” tandasnya.

Adapun dimusim hujan seperti saat ini, pihaknya mengatur ritme pembuangan sampah ke TPA Kebon Kongo. Selain faktor jalan yang licin, juga mengantisipasi agar tidak terjadi penumpukan. (cem)