Viral Rekaman Klarifikasi, Tersangka OTT Dana Bencana Dipindah ke Sel Tikus

Kepala Kanwil Kemenkumham NTB, Faisol Ali (kiri) mendampingi Kasi Kegiatan Kerja Lapas Mataram, Junaid, Rabu, 26 September 2018 yang menunjukkan surat pernyataan pengakuan oknum perawat perekam video pengakuan H Muhir. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Video klarifikasi kasus fee proyek rehabilitasi sekolah pascabencana anggota DPRD Kota Mataram, HM viral di media sosial dan pesan instan. Polemiknya, video tersebut direkam di Lapas Mataram, tempat politisi Golkar itu kini ditahan. Ada indikasi kelalaian petugas Lapas.

Ramainya video dimaksud membuat jajaran Kanwil Kemenkumham NTB membuat tim khusus untuk menyelidikinya. Hasilnya, oknum perawat kawan HM mengelabui petugas kesehatan Lapas Mataram. Sanksi menanti oknum petugas Lapas. Pun juga HM yang berstatus tahanan titipan Kejari Mataram.

Iklan

‘’Ternyata memang ada oknum. Itu karena pertemanan. Ada orang berkunjung mengaku ingin menemui temannya. Tapi bukan membesuk,’’ kata Plt. Kepala Kanwil Kemenkumham NTB, Faisol Ali, Rabu, 26 September 2018 didampingi Kepala Divisi Pemasyarakatan, Dwinastiti.

Faisol menuturkan,  kronologis perekaman video berdasarkan penyelidikan internal pihaknya. Video berdurasi 1 menit 6 detik tersebut direkam di ruang Klinik Lapas Mataram, Minggu (16/9) sore sekira pukul 17.26 Wita.

Pengunjung Lapas, H Rusman datang dengan dalih hendak menemui kawannya, Putu Suwarni yang sedang bertugas di Klinik Lapas Mataram. Rusman lantas diizinkan. Suwarni dan Rusman memang berkawan.

‘’Karena dia mengaku mau ketemu temannya maka tidak ada pemeriksaan khusus. Dia tidak dalam rangka membesuk (tahanan), kalau besuk ya baru dikenai SOP,’’ terangnya.

Sukses masuk ke klinik, Rusman kemudian menelepon kawannya lagi, Turki Romarjan untuk menyusul. Kala itu Turki sedang berada di rumah HM. Dengan cara yang sama, Turki berhasil masuk ke klinik.

HM kemudian merekam pengakuannya. Intinya mengenai klaim dirinya tidak bersalah menggelapkan dana gempa. HM memaknai berbeda sangkaan jaksa Kejari Mataram yang menyidiknya soal fee proyek dana rehabilitasi sekolah pascagempa yang sedang dibahas dalam APBD-P Kota Mataram 2018.

‘’Jadi tidak ada istilahnya fasilitasi warga binaan memegang HP. Itu komitmen kita bersama untuk integritas petugas kita,’’ jelas Faisol.

Turki pun mengakui perbuatannya. Hal itu termaktub dalam surat pernyataan yang ditandatanganinya di atas meterai 6000. Mereka yang terlibat memiliki hubungan perkawanan sesama perawat.

Faisol mengatakan, penyelidikan internal masih berjalan terkait indikasi kelalaian petugasnya. Dia merujuk pada PP 53/2010 tentang Peraturan Disiplin PNS. Khususnya pasal 7 yang mengatur tingkat dan jenis hukuman.

‘’Akan kita kenai sanksi. Apakah akan kita pindahkan atau seperti apa, tentu ada pentahapannya dulu. Kami tidak mau kecolongan. Kami akan lakukan hukuman disiplin,’’ sebutnya.

Disanksi Masuk Sel Tikus

Sanksi juga bakal dikenakan pada HM. Ketua Komisi IV DPRD Kota Mataram itu diduga melanggar tata tertib warga binaan Lapas Mataram.

Faisol mengatakan, HM kini masih berstatus tahanan titipan Kejari Mataram. Artinya warga binaan pemasyarakatan yang masih menjalani proses penyidikan aparat penegak hukum. HM mulai menjalani penahanan sejak Jumat, 14 September 2018. HM menghuni Blok 3 bersama 40 orang.

Sejak mulai merebaknya video tersebut, Lapas Mataram langsung mengambil langkah tegas. “Kita batasi jam kunjungan. Hanya istri dan pengacara yang boleh berkunjung,” ujarnya. MH pindah sel. Dari Blok 3 ke sel tikus. Sesuai namanya, sel tersebut lebih kecil dari kebanyakan sel di Lapas Mataram. (why)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional