Verifikasi Faktual Dinilai Untungkan Ali – Sakti

Mataram (Suara NTB) – Dalam proses verifikasi faktual dukungan pasangan Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur dari NTB dari jalur independen, Ali BD-Gde Sakti oleh KPU, dari tanggal 12-25 Desember. Pasangan ini secara tidak langsung diuntungkan secara politik untuk meningkatkan elektabilitasnya.

Pasalnya dalam proses verifikasi faktual itu, nama pasangan ini disebut-sebut oleh petugas verifikator KPU di tengah-tengah masyarakat NTB.

Iklan

Hal itu juga dikui oleh salah satu pendukung pasangan jalur independen ini, Tajir Syahroni.  Menurutnya pihaknya sekaligus diuntungkan secara politik dari proses verifikasi faktual tersebut. Nama Ali-Sakti diyakininya makin dikenal luas dibandingkan dengan pasangan calon lain yang maju lewat jalur independen.

“Dampak menggembirakan dari proses verifikasi faktual terhadap syarat dukungan independen. Pertama dari banyak warga yang belum mengetahui paslon independen (Ali-Sakti) menjadi lebih dikenal,” ujarnya pada Suara NTB, Minggu, 17 Desember 2017.

Disampaikan Tajir, bahwa pihaknya juga berharap pasangan Ali-Sakti tidak langsung lolos diverifikasi tahap pertamanya. Ia berharap bisa berlanjut sampai tahap verifkasi kedua. Karena dengan demikian, maka waktu yang dimiliki oleh KPU untuk mensosialisasikan pasangan ini, akan semakin panjang. Sehingga otomatis keuntungan politik yang diperoleh juga akan semakin besar.

“Kita bersukur akan ada tahap perbaikan. Karena lebih panjang jadinyakan waktu sosialiasi KPU  terhadap pasangan (Ali-Sakti) ini. Jadi lebih diuntung kita,” sebutnya.

Pada kesempatan itu, Tajir juga menegaskan bahwa pasangan Ali-Sakti sangat kecil peluangannya untuk tidak lolos dalam verifikasi faktul ini. Karena pihaknya sudah mempersiapkan dukungan independen ini sejak setahun lalu. Bahkan sebelum KPU turun melakukan verifikasi, tim pasangan ini sudah melakukan simulasi. Sehingga ia meyakini, tingkat keakuratan dukungan akan sangat tinggi.

“Sebelum verifikasi KPU, Agustus itu kita sudah turun duluan ke masyarakat, melalui kordes dan tim penghubung untuk melakukan konsolidasi dukungan ini. Makanya angka 303.331 itu bisa tercukupi. Kalaupun kurang, ya kurangnya akan sedikit, karena mungkin ada  yang mencabut dukungannya akibat pengaruh miskomunikasi, dan mungkin juga (pengaruh) dari kelompok partai juga,” ujarnya. (ndi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here