Vasektomi Kurang Diminati di Dompu

Yayat Nurhidayat. (Suara NTB/jun)

Dompu (Suara NTB) – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Dompu, terus mengembangkan program KB untuk menekan angka kelahiran. Selain dengan penggunaan alat kontrasepsi pada wanita, metode vasektomi atau KB bagi kaum pria ikut digalakkan. Hanya saja, dalam dua tahun terakhir ini masih sangat minim diminati.

Kepala Bidang Pengendalian Penduduk, Penyuluhan dan Penggerakan DPPKB Dompu, Yayat Nurhidayat, S.Km, kepada wartawan di kantornya, Rabu, 15 Juli 2020 mengungkapkan, dalam rangka membantu pemerintah daerah mengatasi persoalan ekonomi dan sosial masyarakat, pihaknya mendorong kaum pria untuk ikut KB dengan metode vasektomi.

Iklan

Hanya saja, kurangnya pemahaman mereka akibat tak maksimalnya sosialisasi dan edukasi yang dilakukan petugas DPPKB di lapangan, disadari membuat program ini tak begitu diminati. Untuk tahun 2019-2020 baru tercatat empat orang yang sudah memanfaatkan metode tersebut.

“Ini tabu karena memang kurangnya pemahaman masyarakat. Petugas kami juga kurang maksimal sosialisasi,” ungkapnya.

Selain kurangnya pemahaman warga atas metode KB vasektomi, kaum pria biasanya ketakutan karena proses pemasangan alat penghalang sperma harus melalui operasi kecil pada bagian vital. Terkadang diantara mereka juga masih memiliki niatan untuk menambah anak.

Mengingat sifatnya permanen, lanjut Yayat Nurhidayat, metode ini hanya diperkenankan bagi mereka yang sudah memimiliki buah hati, pun berumur di atas 40 tahun dan mendapat persetujuan keluarga.

“Karena ini sensitif sekali sehingga perlu pendekatan dengan keluarganya, baik suami maupun istri agar dalam wacana KB ini mereka sepaham,” jelasnya.

Menurut dia, KB vasektomi sangat tepat bagi pria yang aktif bekerja, sebab dengan tertahannya sperma membuat protein yang diperlukan tubuh terpenuhi. Untuk kekurangannya sendiri tidak keluarga tersebut tidak bisa lagi menambah anak karena sifatnya permanen.

“Minus-nya mereka tidak akan bisa punya anak, makanya apabila ingin KB harus ada tandatangan pihak keluarga. Untuk operasi dan sebagainya akan difasilitasi semua,” pungkasnya. (jun)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional