Varian Baru Corona Masuk Bali, NTB Tingkatkan Kewaspadaan

H. Lalu Hamzi Fikri (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB meningkatkan kewaspadaan menyusul ditemukannya kasus varian baru Corona di provinsi tetangga, yakni Bali. Apalagi varian baru Covid-19 tersebut lebih cepat menular dan mematikan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB, dr. H. Lalu Hamzi Fikri., M.M., MARS., menyebutkan saat ini sudah ada tiga varian baru Corona yang masuk di Indonesia. Yakni, varian B117 dari Inggris, varian B1617 dari India dan varian B1351 dari Afrika.

Iklan

Fikri mengatakan, varian baru B1351 sudah ditemukan kasusnya di Bali. Varian baru Corona dari Afrika Selatan ini juga sebelumnya ditemukan di India.

‘’Tadi malam kita sudah diskusi dengan Wamenkes (Wakil Menteri Kesehatan). Varian baru Corona B117, B1617 dan B1351, bisa terjadi transmisi lokal. Di Bali sudah ada temuan tadi malam. Dikes Bali sudah menyampaikan varian baru yang dari Afrika Selatan, sudah ada temuan kasus,’’ ujar Fikri dikonfirmasi usai rapat koordinasi penanganan Covid-19 seluruh Gubernur se – Indonesia secara virtual di Kantor Gubernur, Senin, 3 Mei 2021.

Fikri menjelaskan tiga varian baru Corona ini sangat cepat menular dan mematikan. Varian baru Corona inilah yang membuat meledaknya kasus di India.

‘’Dulu kita bilang Covid ini masih jauh di Wuhan, saat awal-awal ada satu dua kasus. Kemudian merebak. Sekarang jangan lagi kita berpikir bahwa masih jauh India, buktinya sekarang sudah dekat, di provinsi tetangga Bali sudah ditemukan kasusnya,’’ ujarnya mengingatkan.

Fikri menjelaskan, varian baru Corona tersebut sangat cepat menular dan mematikan. Seperti di India, terjadi peningkatan kasus positif ratusan ribu per hari. Selain itu, angka kematian mencapai 3.000 orang per hari.

Menurut Fikri, lonjakan kasus yang terjadi di India bisa saja terjadi di Indonesia. Karena ada kemiripan antara Indonesia dan India. Misalnya, India terjadi lonjakan kasus setelah adanya kegiatan kerumunan di sana.

Sedangkan di Indonesia, ada potensi kerumunan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Seperti orang yang memadati pusat perbelanjaan dan melakukan mudik.

‘’Mau ndak mau kita harus memperkuat intervensi. Kalau tidak, ada risiko peningkatan kasus. Karena mobilitas tak bisa dihindari,’’ katanya.

Namun dengan adanya kebijakan dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang memperketat syarat pelaku perjalanan menjelang lebaran dan pelarangan mudik. Paling tidak, kata Fikri, akan bisa melandaikan kasus Covid-19.

Jumlah kasus infeksi Covid-19 di NTB hingga Minggu (2/5) sebanyak 12.365 orang. Dengan rincian, 10.668 orang atau 86,28 persen sudah sembuh, 1.154 orang atau 9,33 persen masih dirawat dan 543 orang atau 4,39 persen meninggal dunia. (nas)

Advertisementfiling laporan pajak ucapan idul fitri ucapan idul fitri Jasa Pembuatan Website Profesional