Vandalisme Sasar Kompleks KTC

coretan-coretan berupa tulisan dan  gambar tak senonoh di fasilitas kompleks KTC.(Suara NTB/ist)

Taliwang (Suara NTB) – Aksi vandalisme oknum tak bertanggungjawab merusak pemandangan kompleks KTC. Sejumlah bangunan di pusat perkantoran pemerintahan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) itu dikotori dengan berbagai coretan cat semprot.

Pantauan media ini, Senin, 14 Juni 2021, setidaknya ada tiga lokasi di mana aksi perusakan dengan mencoret menggunakan cat semprot itu terjadi di kompleks KTC. Pertama di gedung Graha Fitrah kantor bupati KSB, kedua di gudang penyimpanan barang kantor Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPAD) setempat dan terakhir di badan mobil operasional milik Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A).

Iklan

Menggunakan cat semprot berwarna merah, aksi yang belum diketahui pasti kapan terjadi itu benar-benar merusak pemandangan. Karena tidak saja membuat kotor gedung, namun gambar dan tulisannya berisikan kata dan tanda gambar tidak senonoh. Ditambah lagi tulisannya yang berukuran cukup besar sehingga dari jauh pun akan mudah terlihat.

Di gedung Graha Fitrah sendiri yang sedang dalam renovasi. Coretan-coretan tampak di bagian ppndasi bangunan. Tulisannya pun tak jauh beda. Bahkan di gedung tempat bupati dan wakil bupati itu bekerja sehari-hari, jumlahnya lebih banyak.

Kepala Satpol-PP KSB, H. Hamzah yang dikonfirmasi mengenai aksi tersebut, mengaku baru mengetahui pada pagi hari. Dan sementara ini pihaknya belum mengetahui kapan hal itu terjadi. “Kebetulan kan kita libur. Jadi baru tahu tadi pagi pas masuk kantor,” cetusnya.

Menurut dia, atas temuan itu pihaknya telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian. Pihaknya akan segera menelusuri untuk mencari siapa oknum tak bertanggungjawab yang melakukan pengrusakan fasilitas pemerintah itu. “Tadi sudah kita laporkan langsung. Akan kita cari sampai ketemu siapa pelakunya,” janjinya.

Diakui H. Hamzah, selama ini tanggung jawab keamanan kompleks KTC berada di instansi yang dipimpinnya. Hanya saja kata dia, pengamanan yang dijalankannya sangat terbatas. Patroli malam dalam kompleks dilakukan hanya denga mengirari kompleks tanpa memeriksa satu persatu gedung. “Makanya susah kemudian kami deteksi kalau ada aksi seperti itu di tiap kantor,” bebernya.

Agar kejadian yang sama tidak terulang, karena itu, H. Hamzah berharap tiap dinas bisa melakukan pengaman internal masing-masing. Caranya dengan menempatkan penjaga malam ditiap kantor. “Kami pasti akan meningkatkan patroli lagi setelah kejadian ini. Tapi harapan kami dinas tempatkan juga penjaga malam sehingga kalau ada kejadian bisa segera kita deteksi,” imbuhnya. (bug)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional