Validasi Ulang DTKS Tahun 2021, 4.246 Keluarga Miskin di NTB Keluar dari Kemiskinan

H. Ahsanul Khalik (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB melalui Dinas Sosial (Disos) mencatat sebanyak 4.246 keluarga miskin keluar dari kemiskinan sepanjang 2020. Sebanyak 4.246 keluarga miskin atau keluarga penerima manfaat (KPM) penerima bantuan program keluarga harapan (PKH) ini keluar secara sukarela atau graduasi mandiri dari kepesertaan PKH karena ekonominya sudah mapan atau membaik.

Kepala Disos NTB, H. Ahsanul Khalik, S.Sos., M.H., yang dikonfirmasi di Mataram, pekan kemarin mengatakan sebanyak 4.246 KPM PKH yang graduasi mandiri sejak Januari – Desember 2020. Bahkan, pihaknya sudah mulai melakukan graduasi paksa KPM PKH yang sudah tidak memenuhi syarat menerima bantuan tersebut.

Ia merincikan sebanyak 4.246 kelurga miskin di NTB yang sudah keluar sebagai penerima PKH tahun 2020. Terbanyak di Lombok Barat sebanyak 2.539 KPM, Lombok Timur 870 KPM, Dompu 295 KPM, Lombok Utara 149 KPM. Selanjutnya, Kota Mataram 133 KPM, Sumbawa Barat 89 KPM, Sumbawaa 85 KPM, Lombok Tengah 79 KPM, Bima 4 KPM dan Kota Bima 3 KPM.

Khalik mengatakan, pada 2021, kembali akan dilakukan validasi ulang Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). “Mulai Januari (2021), kita lakukan validasi ulang lagi terhadap data kesejahteraan sosial yang memang itu semuanya terpadu di Pusdatin Kemensos,” terangnya.

Data hasil validasi tersebut nantinya akan ditetapkan oleh Kementerian Sosial. Dari data tersebut, nantinya Pemda bisa meminta intervensi penanganan dari Pemerintah Pusat, Kementerian/Lembaga dan juga provinsi.

“Karena menurut UU No. 13 Tahun 2004, semua kementerian/lembaga harus memakai data itu untuk program-program di daerah,” terangnya.

Pada Agustus lalu, NTB sudah melakukan validasi DTKS. Jumlah desa/kelurahan di NTB sebanyak 1.141, sebanyak  759 desa/kelurahan yang melaksanakan verifikasi dan validasi DTKS.

Perbaikan DTKS di Desa/kelurahan yang 100 persen terdapat di Kota Mataram, Lombok Barat dan Kota Bima. Sedangkan Lombok Tengah 92,81 persen, Lombok Timur 98,82 persen, Lombok Utara 96,97 persen, Sumbawa 49,09 persen, Sumbawa Barat 46,15 persen, Dompu 14,81 persen, dan Bima 5,76 persen.

Dari 856.450 rumah tangga dalam DTKS, jumlah rumah tangga hasil perbaikan sebanyak 291.876 KK. Sementara itu, jumlah usulan baru rumah tangga miskin dari seluruh kabupaten/kota di NTB sebanyak 39.448 KK.

Usulan baru 39.448 rumah tangga miskin di NTB dengan rincian Kota Mataram sebanyak 1.526 rumah tangga, Lombok Barat 17.969 rumah tangga, Lombok Tengah 9.781 rumah tangga, Lombok Timur 1.089 rumah tangga dan Lombok Utara sebanyak 109 rumah tangga. Kemudian, Sumbawa 7.431 rumah tangga, Sumbawa Barat 287 rumah tangga, Dompu 530 rumah tangga, Bima 304 rumah tangga dan Kota Bima 422 rumah tangga.

Jumlah rumah tangga dalam DTKS sebanyak 856.450 KK. Dengan rincian Kota Mataram Kota Mataram 39.000 rumah tangga, Lombok Barat 119.848 rumah tangga, Lombok Tengah 183.816 rumah tangga, Lombok Timur 256.010 rumah tangga, Lombok Utara 40.105 rumah tangga. Selanjutnya, Sumbawa 61.296 rumah tangga, Sumbawa Barat 16.636 rumah tangga, Dompu 36.790 rumah tangga, Bima 83.249 rumah tangga dan Kota Bima 19.700 rumah tangga.

Sementara, jumlah rumah tangga hasil perbaikan data sebanyak 291.876 KK. Dengan rincian, Kota Mataram 5.194 rumah tangga, Lombok Barat 92.846 rumah tangga, Lombok Tengah 17.051 rumah tangga, Lombok Timur 145.475 rumah tangga dan Lombok Utara 1.010 rumah tangga. Kemudian Sumbawa 21.921 rumah tangga, Sumbawa Barat 95.000 rumah tangga, Dompu 4.310 rumah tangga, Bima 2.894 rumah tangga dan Kota Bima 1.080 rumah tangga.

Berdasarkan data, dari 81 desa/kelurahan di Dompu, sebanyak 12 desa/kelurahan yang sudah melakukan verifikasi dan validasi DTKS. Kemudian di Bima, dari 191 desa/kelurahan, sebanyak 11 desa/kelurahan yang melakukan verifikasi dan validasi DTKS.

Selanjutnya, Sumbawa Barat, dari 65 desa/kelurahan, sebanyak 30 desa/kelurahan yang melakukan verifikasi dan validasi DTKS. Di Kabupaten Sumbawa, dari 165 desa/kelurahan, sebanyak 81 desa/kelurahan yang melakukan verifikasi dan validasi DTKS.

Selain itu, di Lombok Timur dari 254 desa/kelurahan, sebanyak 251 desa/kelurahan yang melakukan verifikasi dan validasi DTKS. Sedangkan di Lombok Tengah, dari 139 desa/kelurahan, sebanyak 129 desa/kelurahan yang melakukan verifikasi dan validasi DTKS. (nas)