Validasi Lapangan Selesai, Buku Tabungan RTG Segera Dibagikan

0
H. M. Zaldy Rahadian (Suara NTB/ari)

Tanjung (Suara NTB) – Tim Percepatan Validasi Rumah Tahan Gempa (RTG) program 100 hari kerja Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) sudah merampungkan validasi lapangan calon penerima bantuan. Dengan menyisakan satu tahapan yakni pengecekan administrasi (NIK/KK), maka buku tabungan calon penerima dapat dibagikan dalam waktu dekat.

Koordinator Tim Validasi RTG, H. M. Zaldy Rahardian, ST., Kamis, 20 Mei 2021 mengungkapkan progres validasi lapangan RTG SK Susulan sudah rampung. Ditargetkan, pekan depan buku tabungan kepada penerima yang lulus validasi bisa didistribusikan.

IKLAN

“Validasi sudah selesai semua, insha Allah Minggu depan buku tabungan semua dibagikan,” ujar Zaldy di ruang kerjanya.

Untuk memastikan buku tabungan diterima oleh warga, Tim Validasi masih akan menyesuaikan nama penerima dengan identitas kependudukan milik warga. Proses ini diperkirakan bisa lebih cepat, untuk selanjutnya dikomunikasikan dengan bank untuk proses cetak buku tabungan. Sementara eksekusi rekonstruksi fisik akan diproses sesuai mekanisme dan kewenangan BPBD.

Zaldy menyebut, dari jumlah 7.164 calon penerima yang divalidasi, dinyatakan lulus validasi sebanyak 2.000-an rumah. Jenis kerusakan didominasi katagori rusak berat (RB). Sementara sisanya yang tidak lulus validasi, akan diajukan dalam SK penetapan untuk diusulkan dan disikapi dalam kebijakan pusat dan daerah.

“Dari yang tidak lulus itu ada yang dari luar daerah, dari Lotim 1 orang, Lobar 1 orang. Mereka tidak lulus karena kepala dusun setempat tidak berani menjamin status kependudukan,” jelasnya.

Sementara, berkenaan dengan warga korban gempa pada SK tahap I (1-24), Pemda masih diminta untuk memperbaiki data. Menyusul adanya dana anomali sebesar Rp 300-an miliar, dan dana terblokir sebesar Rp 117 miliar. Ia berharap, tim validasi tidak mengendurkan semangat untuk melengkapi 6 syarat membuka blokir dana. Antara lain dengan menyiapkan validasi mandiri terhadap penerima 55.710 unit, pertanggungjawaban data anomali 6.528 unit, bukti transfer, dana BNBA penerima, serta merapikan data transfer atas dana-dana gang telah digunakan.

“Sampai saat ini, progres pertanggungjawaban dari dana yang sudah digunakan mencapai 87 persen, itu sesuai dokumen LPJ. Kalau pusat tetap menganggap bahwa dari Rp 2,6 triliun yang masuk ke KLU, masalah rumah warga harusnya sudah selesai. Tapi kenyataan kondisi di lapangan berbeda,” tambahnya. (ari)