Vaksinasi Tahap I Terdata 30.079 Orang, NTB Tunggu Jumlah Kuota Vaksin Diberikan Pusat

Nurhandini Eka Dewi (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Vaksin Covid-19 dari Tiongkok sudah datang ke Indonesia sebanyak 1,2 juta dosis. Meskipun vaksin sudah datang, Pemprov NTB masih menunggu jumlah kuota yang akan diberikan oleh Pemerintah Pusat untuk vaksinasi tahap pertama yang diperkirakan awal tahun depan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A., mengatakan NTB pasti akan mendapatkan jatah vaksinasi Covid-19 untuk tahap pertama. Namun, pihaknya belum memperoleh jumlah kuota vaksin yang akan diperoleh NTB.

Iklan

‘’Pasti kita dapat (vaksinasi tahap pertama), cuma kalau detailnya belum,’’ ujar Eka dikonfirmasi di Kantor Gubernur, Senin, 7 Desember 2020.

Ia menjelaskan, Pemda baru mendapatkan roadmap vaksinasi Covid-19 secara garis besar. Sedangkan roadmap kecilnya, atau roadmap secara detail masih belum keluar dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

‘’Dalam roadmap besar itu, apa yang akan dilakukan sudah kita kerjakan. Tetapi roadmap kecilnya, detailnya, seperti sosialisasi,  pelatihan petugas vaksinasi belum,’’ terangnya.

Eka mengungkapkan, semua daerah pasti akan memperoleh jatah vaksin untuk tahap pertama. Karena yang mendapatkan prioritas untuk divaksinasi tahap pertama adalah tenaga kesehatan terlebih dahulu.

‘’Sudah ada step-stepnya, siapa yang duluan. Siapa yang belakangan dari sekian gelombang vaksin yang akan datang,’’ jelasnya.

Untuk vaksinasi tahap pertama, Dikes NTB telah melakukan pendataan, terdata sebanyak 30.079 orang yang akan divaksin. Terdiri dari tenaga kesehatan 12.849 orang, TNI 4.234 orang, polisi 10.108 orang dan Pol PP 2.740 orang. Namun, kata Eka, data petugas kesehatan ini belum termasuk yang tenaga kontrak. Ia memperkirakan jumlahnya sama dengan tenaga kesehatan yang berstatus PNS.

Eka menjelaskan, tahapan paling awal dari vaksinasi adalah sosialisasi dan pelatihan petugas vaksinasi atau vaksinator. Dikatakan, setiap vaksin berbeda-beda cara menyimpan, distribusi dan cara menyuntikkannya.

Jika vaksin Covid-19 sudah datang, ia mengatakan sudah ada dua ruangan pendingin untuk menyimpan vaksin di Dikes NTB. Terkait vaksinasi, Eka menjelaskan tak dilakukan sembarang. Sebelum melakukan vaksinasi, orang yang divaksin akan terlebih dahulu diskrining.

“Apakah dia termasuk orang yang bisa divaksin atau tidak. Dilakukan pemeriksaan anti bodi lagi.  Orang berpenyakit  komorbid bisa divaksin tapi syaratnya panjang. Harus komorbid ringan, kalau sedang dan berat ndak boleh divaksin,” tandasnya.

Masyarakat yang akan divaksin Covid-19 berusia antara 18 – 50 tahun. Dengan jumlah penduduk NTB yang saat ini mencapai 5,2 juta orang, maka masyarakat yang akan divaksin Covid-19 sekitar 3 juta orang. (nas)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional