Vaksinasi Pelaku Wisata Kawasan The Mandalika, Bantu Percepatan Pemulihan Pariwisata NTB

Vaksinasi bagi pelaku wisata yang juga diikuti warga di sekitar kawasan wisata diharapkan bisa mendorong percepatan pemulihan sektor pariwisata. (Suara NTB/ist)

VAKSINASI Presisi Merdeka Mandalika Goes To Green Zone Sabtu, 21 Agustus 2021, digelar di lima titik sekaligus di lingkar kawasan The Mandalika. Dengan sasaran sebanyak 3.000 lebih pelaku wisata, termasuk warga negara asing (WNA). Langkah tersebut diharapkan bisa mendukung upaya percepatan pemulihan sektor pariwisata yang lesu di NTB, khususnya Lombok Tengah (Loteng) dampak pandemi Covid-19.

“Seminggu yang lalu kita juga telah melaksanakan vaksinasi di tiga gili. Targetnya sama, Goes To Green Zone ini bisa terwujud. Termasuk di kawasan The Mandalika,” sebut Kapolda NTB, Irjen. Pol M. Iqbal, kepada wartawan, usai meninjau pelaksanaan vaksinasi di Kuta Beach Park.

Iklan

Dikatakannya, vaksinasi bagi pelaku wisata di kawasan wisata yang digelar jajarannya sebagai bentuk dukungan sekaligus membantu mempercepat pemulihan sektor pariwisata di daerah ini. Sehingga wisatawan bisa datang kembali, ekonomi dan pariwisata juga bisa kembali bangkit serta tumbuh pesat.

‘’Vaksinasi ini salah satu bentuk tugas pengabdian kami jajaran kepolisian. Tidak hanya bertugas menjaga keamanan negara dan masyarakat. Tetapi juga bisa ikut berperan memajukan pariwisata. Vaksinasi ini, juga bentuk strategis marketing kita untuk kembali menggairahkan pariwisata,’’  paparnya.

Untuk vaksinasi di kawasan The Mandalika sendiri, lajut Iqbal, memang sengaja disebar di lima lokasi. Yakni di Kuta, pusat UMKM Mandalika, Desa Tumpak, Merta serta Desa Prabu. Guna mengantisipasi terjadi kerumunan yang bisa timbul akibat banyaknya pelaku wisata yang akan divaksin.

Pada kegiatan tersebut melibatkan sekitar 500 tenaga kesehatan. Gabungan dari TNI Polri serta dari pemerintah provinsi dan kabupaten. Tidak hanya vaksin, para pelaku wisata terdampak pandemi Covid-19 juga mendapat bantuan paket sembako. Dengan begitu setidaknya bisa mengurangi beban kebutuhan ekonomi ditengah lesunya pariwisata.

Di tempat yang sama, Danrem 162/WB Brigjen. TNI Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan vaksinasi di kawasan The Mandalika sesuai intruksi Presiden. Agar vaksinasi di objek-objek wisata dipercepat. Untuk bisa menggerakkan dan membangkitkan kembali pariwisata yang lesu akibat pandemi Covid-19.

TNI sendiri dalam hal ini siap bersinergi dengan kepolisian dan pemerintah daerah untuk bisa mempercepat cakupan layanan vaksinasi. Khususnya di obyek-obyek wisata yang ada didaerah ini. “Dukungan sumber daya manusia (SDM) kita sudah siap. Tinggal menunggu kesiapan vaksin saja,” imbuhnya.

Kegiatan vaksinasi ini juga dihadiri Gubernur NTB, Dr.H. Zulkieflimansyah  dan Bupati Lombok Tengah H.L. Pathul Bahri. Gubernur pada kegiatan itu berkesempatan berbincang dengan Warga Amerika, Susan (65) yang sudah 20 tahun tinggal di Indonesia. Susan mengapresiasi upaya dan langkah yang dilakukan Pemerintah Pusat hingga Pemprov NTB bersama Polda NTB dan Korem 16/WB melakukan perlindungan terhadap warga negaranya.

‘’Termasuk kepada kami, sudah diberikan vaksin (divaksinasi),’’ ujar wanita yang baru kembali 6 bulan lalu ke Mandalika.

Ia mengajak masyarakat, terutama warga asing yang ada di sekitar Mandalika dan NTB, dengan kesadarannya untuk ikut melakukan vaksinasi. Tujuannya demi memberikan kekebalan dan imun terhadap Covid-19. Apalagi kata Susan, sebentar lagi Mandalika ini akan jadi tuan rumah kegaiatn WBSK dan MotoGP.

Senada dengan Susan, warga Amerika lainnya Merdia Miller (23), juga tidak ketinggalan menyampaikan terima kasih kepada Pemprov NTB dan Indonesia. Termasuk Polda NTB dan Korem 162/WB. ‘’ Terima kasih sudah memudahkan dalam proses vaksinasi,’’ucapnya.

Dikatakan wanita yang baru 8 bulan berada di Mandalika, ini merupakan vaksin dosis ke dua. Sebelumnya ia divaksin di Kalimantan Tengah, saat berkunjung ke sana. ‘’Saya sangat mendukung vaksinasi. Ayo kita melakukan vaksin demi kesehatan kita,’’ ajaknya.

Suparman (34) warga Mong, Desa Kuta Mandalika, mengaku sejak awal ia mencari tempat untuk melakukan vaksin. Namun dengan kehadiran kegiatan seperti ini memudahkan masyarakat untuk ikut vaksinasi.

‘’Ini vaksin dosis pertama, karena kesibukan baru sempat ikut. Untuk vaksin ke dua kami tunggu,’’ ujar pria yang berprofesi sebagai sopir dan truk ini. Ia berharap kepada masyarakat lain untuk ikut vaksinasi guna menjaga kesehatan dan kekebalan imun tubuh.

‘’Kami sering dengar tentang berita dan video yang tersebar di medsos bahaya vaksin. Tapi saya tidak percaya. Yang saya yakini, apa yang dilakukan pemerintah pasti demi kebaikan rakyatnya,’’ ujarnya.

Sementa itu, warga Dusun Rangkep 1, Desa Kuta, Lemin (41) baru melakukan vaksin tahap pertama. Ia mengatakan sudah siap lahir batin untuk divaksin. ‘’Awalnya saat jarum menyuntik lengan saya, rasanya sakit sedikit. Tapi sudah hilang sekarang pak,’’ tuturnya. Ketika ditanya, kenapa mau mengikuti vaksin, Lemin mengaku demi kesehatannya beserta keluarganya.

Tidak hanya warga Kuta Loteng, warga Sukadana Lotim, Mahruf (48) mendengar ada vaksinasi ia datang untuk melakukan vaksin dosis 1. Pria yang berprofesi sebagai petani ini mengaku tidak takut divaksin. Ia bahkan mencari agar bisa segera divaksin. ‘’Saya mau sehat pak. Makanya saya ikut vaksin,’’ tutup pria yang datang bersama anaknya yang juga ikut divaksinasi. (kir/r )

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional