Vaksinasi Pelaku Usaha Pariwisata Perlu Jadi Prioritas

H. Nizar Denny Cahyadi. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Program vaksinasi virus corona (Covid-19) yang mulai dilakukan di Mataram sejak Kamis, 14 Januari 2021 diharapkan mendapat dukungan dari semua pihak, termasuk para pelaku usaha pariwisata. Sebagai salah satu sektor yang mengalami dampak pandemi paling besar, para pelaku usaha tersebut diharapkan dapat menjadi prioritas untuk vaksinasi.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, H. Nizar Denny Cahyadi, menerangkan pihaknya dalam waktu dekat akan mengumpulkan seluruh pelaku dan asosiasi usaha pariwisata untuk membahas hal tersebut. Pertemuan tersebut dibutuhkan untuk mendengar pandangan-pandangan pelaku dan asosiasi pariwisata terkait kegiatan vaksinasi yang sedang berjalan.

Iklan

“Yang jelas ini program pemerintah yang harus kita jalankan. Memang belum ada komunikasi tentang ini kepada pelaku dan asosiasi pariwisata, karena itu kita akan komunikasikan dulu,” ujar Denny, Rabu, 20 Januari 2021.

Berdasarkan catatan pihaknya, di Kota Mataram saat ini setidaknya terdapak 120 unit usaha hotel dan restoran, 40 usaha agen perjalanan, dan 200 orang peramuwisata. Masing-masing perwakilan unit usaha tersebut diharapkan dapat menerima vaksin Covid-19 dalam waktu dekat.

“Sebaiknya memang mereka yang didahulukan untuk vaksinasi ini. Karena mereka yang banyak berinteraksi dengan tamu-tamu dari luar. Itu yang ingin kita koordinasikan secepatnya,” jelas Denny. Menurutnya, prioritas sendiri perlu diberikan untuk pekerja hotel dan restoran, serta pramuwisata. “Karena mereka yang langsung bersentuhan atau berinteraksi dengan tamu,” sambungnya.

Kendati demikian, seluruh keputusan tersebut ditekankan akan melalui musyawarah dengan pelaku dan asosiasi pariwisata yang ada. “Kesimpulannya setelah kita bertemu saja. Setelah kita mendengar kesimpulan dan keinginan dari teman-teman pelaku usaha,” tandasnya.

Sebelumnya, Ketua Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) NTB, Dewantoro Umbu Joka, mendukung rencana vaksinasi Covid-19 untuk pelaku usaha pariwisata tersebut. Menurutnya, hal tersebut dapat mendorong kepercayaan wisatawan bahwa NTB secara umum aman dikunjungi.

“Kalau mau pariwisata ini cepat bangkit, kita memang usulkan supaya vaksin itu diberikan juga ke kita (pelaku pariwisata),” ujarnya. Hal tersebut juga telah disampaikan pihaknya kepada Dinas Pariwisata Kota Mataram maupun Dinas Pariwisata Provinsi NTB.

Kendati demikian, untuk vaksinasi tersebut pihaknya mengikuti arahan dari pemerintah. Mengingat untuk tahap pertama vaksinasi diberikan pada tenaga kesehatan yang bekerja di garda depan penanganan pandemi Covid-19, disusul dengan guru dan pegawai teknis lainnya. “Kalau kita intinya ingin pariwisata segera bangkit. Makanya kita dari Asita juga usulkan ke Kementerian Pariwisata supaya vaksinasi ini bisa ke pelaku usaha,” tandas Dewantoro. (bay)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional