Vaksinasi Mulai, Prokes Jangan Diabaikan

H.Zulkieflimansyah, H.L.Gita Ariadi, Mohammad Iqbal dan Ahmad Rizal Ramdhani saat di Vaksinasi Covid-19.(Suara NTB/ist)

NTB memulai langkah besar dengan ikhtiar mengakhiri pandemi Covid-19. Setidaknya 18 unsur Forkopimda NTB menjalani vaksinasi tahap pertama. Vaksinasi ini diharapkan mampu menekan laju penularan penyakit yang disebabkan virus SarsCov-2. Kombinasi vaksinasi dan penerapan ketat protokol kesehatan akan terus dilakukan.

Kapolda NTB, Irjen Pol Mohammad Iqbal usai disuntik vaksin Covid-19, Kamis, 14 Januari 2021 di Kantor Gubernur NTB di Mataram terlihat sumringah. Karena bahagia, bangga, rasanya semakin sehat, ujarnya.

Iklan

Jenderal bintang dua ini mengaku tidak mengalami efek samping vaksinasi. Lebih dari 40 menit sejak disuntik vaksin, Iqbal tetap bugar. Bahkan tampak lebih bersemangat. Saya bahkan tidak tahu kapan masuknya (jarum suntik). Tidak terasa sama sekali, urainya.

Kapolda menambahkan, MUI sudah menyatakan vaksin CoronaVac produksi Sinovac ini halal. Demikian juga BPOM menyatakan vaksin yang diproduksi perusahaan farmasi bermarkas di Beijing, China ini aman.

Masyarakat tidak perlu khawatir. Contohnya saya, saya merasa sehat, segar, merasa kembali muda seperti umur 25 tahun, ucapnya setengah berkelakar.

Iqbal mengingatkan, vaksinasi Covid-19 bukanlah akhir dari adaptasi kebiasaan baru mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. Protokol kesehatan tetap berjalan walaupun ada vaksin. Kita akan terus mendisplinkan masyarakat, tegas mantan Kadiv Humas Polri ini.

Setali tiga uang dengan Danrem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani. Jenderal bintang satu ini juga mendapat vaksinasi tahap pertama. Tambah segar, tambah fresh, tambah PD (percaya diri) sehingga imunitas tambah tinggi, ujarnya.

Menurutnya, vaksinasi tidak hanya sekadar intervensi medis secara fisik. Namun juga, vaksinasi ini mengangkat moral yang berdampak pada kesehatan mental. Kondisi psikis ini yang turut mendukung daya tahan tubuh membentuk imun dalam menangkal virus Corona.

Persiapan khusus sebelum vaksinasi, lata Rizal, seperti pola menjaga kesehatan pada umumnya. Cek kesehatan diyakinkan kita dalam kondisi sehat sebelum divaksin, intinya rileks dan istirahat yang cukup, pesan Danrem.

Dia juga mengingkatkan bahwa vaksinasi ini, setidaknya dalam masa pandemi ini, belum cukup untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. Setelah vaksinasi, tetap 3M, tetap jaga protokol kesehatan, tandas Rizal.

Sementara Kajati NTB Tomo Sitepu merupakan salah satu calon penerima vaksin yang batal divaksin kemarin. Alasannya, tidak memenuhi screening awal sebelum proses vaksinasi.

Juru Bicara Kejati NTB Dedi Irawan mengatakan, Tomo merupakan penyintas Covid-19. Vaksinasi ini diprioritaskan untuk yang belum pernah terkonfirmasi positif Covid-19, jelasnya.

Tomo sebelumnya pada Desember 2020 lalu pernah terpapar Covid-19. Tepatnya saat masih berdinas di Jamdatun Kejagung RI. Sebelum pelantikan dirinya sebagai Kajati NTB menggantikan Nanang Sigit Yulianto. Kajati sebagai penyintas, tandas Dedi.

Pada kesempatan yang sama secara bergiliran, juga divaksinasi Sekda NTB, Drs.H.L.Gita Ariadi, M.Si. Alhamdulillah divaksin tidak sakit sehingga tidak ada alasan untuk takut, ujarnya setelah menjalani vaksinasi.

Terkait Kejadian Ikutan Paska Imunisasi ( KIPI ) menurut Wakil Ketua Satgas Covid-19 Provinsi NTB ini, ia tidak merasakan ada suatu perubahan. Saya tetap sehat seperti sebelum vaksinasi, ujarnya kepada Suara NTB.

Demikian juga terkait dengan kehalalan vaksin. Menurut Gita, MUI yang punya otoritas menyatakan halalan toyyiban ( halal dan suci ) dan para ulama, tokoh agama juga sudah ikut vaksinasi. Mengenai keamanan, BPOM sudah memberikan persetujuan izin vaksinasi.

Banyaknya rumor dan keraguan masyarakat untuk divaksin, saya berharap masyarakat mengikuti sumber-sumber yang terpercaya dari institusi yang kredibel, pesannya seraya mengingatkan bahwa vaksinasi adalah sebuah ikhtiar dari berbagai ikhtiar yang selama ini sudah dan akan terus dilakukan yaitu menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak dll.

Sekda juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh panitia vaksinasi Covid-19. Semoga dengan adanya vaksin ini, pandemi ini berangsur-angsur bisa teratasi, harapnya.

Untuk vaksinasi Covid-19 tahap pertama, NTB mendapat 28.760 dosis. Dosis ini diperuntukkan bagi 14.380 tenaga kesehatan. Pemberian vaksin perdana dimulai pada Kamis, 14 Januari 2021 dipusatkan di Kota Mataram dan Lombok Barat. Dalam pengiriman tahap pertama, Kota Mataram mendapat 7.000 dosis dan Lombok Barat 4.080 dosis. (why)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional