Vaksinasi Lansia Tuntas Sebelum Ramadhan

Sejumlah warga mendaftar untuk mendapatkan vaksinasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Mataram, Selasa, 9 Maret 2021. Dikes menargetkan vaksin lansia 13.336 tuntas sebelum bulan Ramadhan. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Antusias masyarakat terutama penduduk usia lanjut (lansia) untuk menjalani vaksinasi Coronavirus Disease atau Covid-19 di Kota Mataram cukup tinggi. Diharapkan sebelum bulan puasa Ramadhan target 13.336 lansia bisa tuntas.

Data Dinas Kesehatan Kota Mataram dari total 13.336 lansia yang harus divaksinasi telah mencapai 15,2 persen atau 2.027 jiwa. Sementara, vaksin khusus pelayanan publik 976 orang telah mencapai 100 persen. Proses vaksinasi lansia kata Kepala Dinas Kesehatan, dr. H. Usman Hadi tetap berjalan di semua puskesmas dan rumah sakit.

Iklan

Prosedur pelayanannya cukup mudah. Masyarakat terutama para lansia berusia 60 tahun ke atas cukup membawa atau menunjukkan kartu tanda penduduk. “Syaratnya mudah, cukup KTP saja. Petugas langsung melayani di puskesmas atau rumah sakit,” kata Usman, Selasa, 9 Maret 2021.

Usman melihat antusiasme masyarakat untuk mendapatkan vaksin cukup tinggi. Kendati demikian, tidak bisa seluruh lansia yang menjadi target vaksinasi memiliki kesempatan datang ke fasilitas kesehatan. Hal itu terkendala faktor kesehatan serta jarak tempuh dari rumah menuju faskes. Dikes menyiasati melalui pelayanan vaksin di posyandu atau sistem jemput bola agar para lansia terlayani dengan baik. “Iya, kita yang mengalah dengan jemput bola,” kata Usman.

Sasaran vaksin di Kota Mataram 13.336 orang ditargetkan tuntas sebelum bulan Ramadhan. Meskipun regulasi dari Kementerian Kesehatan bahwa vaksinasi lansia tuntas sampai akhir April. Pihaknya telah meminta ke seluruh puskesmas untuk menggencar program vaksinasi tersebut.

Usman menambahkan, sistem jemput bola yang diterapkan tetap memperhatikan standar operasional prosedur dengan menyiapkan empat meja untuk proses skrining, pengawasan dan lainnya. “SOP tetap kita terapkan sesuai yang diatur dalam Kemenkes,” tandasnya.

Vaksinasi lansia akan dibatasi. Puskesmas hanya melayani 60 orang per hari. Usman menegaskan, puskesmas tidak lagi melayani vaksin publik karena persediaannya vaksinnya telah habis. Kecuali, di rumah sakit yang ditunjuk oleh pemerintah. “Kalau di puskesmas tidak melayani lagi vaksin publik,” ucapnya.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram, I Nyoman Suwandiasa menambahkan, program vaksinasi lansia maupun publik ini terus digencarkan dalam rangka menciptakan antibodi atau kekebalan tubuh masyarakat. Kendati demikian, protokol kesehatan harus tetap dijaga meskipun telah mendapatkan vaksin. (cem)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional