Vaksinasi Kedua bagi ASN Ditunda

Salah seorang awak media Loteng menjalani vaksinasi Covid-19 di Puskemas Puyung, Rabu, 31 Maret 2021. Pemkab Loteng memperluas cakupan vaksinasi dengan menunda pemberian vaksinasi dosis kedua bagi ASN lingkup Pemkab Loteng.   (Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Pemkab Lombok Tengah (Loteng) memutuskan untuk menunda pemberian vaksin dosis kedua bagi Aparatur Sipil  Negara (ASN) di daerah ini. Langkah itu dilakukan agar bisa memperluas cakupan vaksinasi bagi kelompok masyarakat lainnya, mengingat, jumlah vaksin yang terbatas di Loteng.

Pelaksana Tugas (Plt) Asisten I Setda Loteng, Murdi, A.P., M.Si., kepada Suara NTB, Rabu, 31 Maret 2021, mengatakan dengan penundaan pemberian vaksinasi dosis kedua tersebut maka dosis yang ada bisa diberikan kepada kelompok masyarakat lainnya, sehingga lebih banyak lagi kelompok-kelompok masyarakat yang memperoleh vaksinasi.

Iklan

Meski ditunda, namun tidak menganggu tahap pemberian vaksinasi itu sendiri, karena penundaan dilakukan masih dalam rentan waktu yang diperbolehkan. “Standarnya antara pemberian vaksin dosis pertama dengan dosis kedua itu paling cepat 14 hari. Dan, paling lama 28 hari. Nah, awalnya kita pakai standar paling cepat. Tapi untuk memperluas cakupan vaksinasi, kita pakai standar waktu paling lama 28 hari,” terangnya.

Harapannya, dosis yang sedianya akan digunakan untuk dosis kedua dialihkan sebagai dosis pertama bagi masyarakat yang belum memperoleh vaksin Covid-19. Untuk dosis keduanya nanti akan diberikan begitu ada kiriman dosis dari pemerintah provinsi. “Kita ingin cakupan vaksinasi ini bisa lebih luas. Dengan semakin banyak yang sudah memperoleh vaksin, maka potensi penyebaran Covid-19 bisa ditekan,” imbuhnya.

Terkait cakupan vaksinasi di Loteng, Murdi mengatakan saat ini sudah mencapai 12.860 orang untuk dosis pertama. Sementara untuk penerima dosis kedua sudah 4.304 orang. Dengan rincian untuk tenaga kesehatan dari target 2.849 orang, penerima dosis pertama sebanyak 3.790 orang dan dosis kedua 3.314 orang.

Selanjutnya untuk petugas pelayanan publik sudah 200 persen dari target 4.097 orang, yakni 8.180 orang untuk dosis pertama. Sementara untuk penerima dosis kedua 890 orang. “Hari ini (rabu kemarin,red) vaksinasi masih berjalan. Jadi cakupannya lebih banyak lagi,” terang seraya menambahkan yang masih kecil capaiannya, vaksinasi bagi kelompok lansia (lanjut usia) baru 18 orang dari target 78.026 orang.

Setelah vaksinasi bagi petugas pelayanan publik, vaksinasi juga akan menyasar para pelaku wisata, pegawai BUMN dan BUMD yang ada di daerah. Termasuk para pedagang juga masuk sasaran vaksinasi target berikutnya supaya sektor pariwisata dan perdagangan bisa kembali tumbuh.

Pihaknya sudah mengajukan tambahan stok vaksin ke pemerintah provinsi yang diharapkan dalam beberapa hari ke depan sudah diterima oleh Pemkab Loteng. “Untuk saat ini stok vaksin Covid-19 kita masih sekitar 54 vial. Di mana untuk satu vial bisa digunakan oleh 10 orang. Berarti masih bisa untuk vaksinasi bagi 540 orang lagi,” pungkas Staf Ahli Bupati Loteng ini. (kir)

Advertisement ucapan idul fitri ucapan idul fitri ucapan idul fitri Jasa Pembuatan Website Profesional