Vaksinasi Guru di Mataram Belum Memenuhi Target

H. Mohan Roliskana. (Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Vaksinasi coronavirus disease (Covid-19) bagi guru di Kota Mataram belum memenuhi target. Sampai dengan 13 Juni 2021 capaian vaksinasi guru tersebut baru mencapai 72 persen tanpa penambahan sejak tiga hari terakhir.

Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana menekankan target vaksinasi guru tersebut harus segera dipenuhi. Terutama kaitannya untuk persiapan proses belajar tatap muka yang akan kembali dibuka di masing-masing sekolah bulan ini.

Iklan

“Sebenarnya 72 persen itu cukup bagus, tapi ini harus kita usahakan supaya bisa mencapai 100 persen seperti juga (progres vaksinasi) tenaga kesehatan kita,” ujarnya, Senin, 14 Juni 2021. Sebelumnya berdasarkan rapat bersama di Kantor DPRD Kota Mataram pada awal Juni lalu vaksinasi guru ditargetkan dapat mencapai 90 persen pada minggu kedua Juni.

Berdasarkan catatan Satgas Covid-19 Provinsi NTB, capaian vaksinasi tersebut untuk penyuntikan dosis pertama mengalami stagnasi di angka 72 persen atau 6.073 orang dari target 8.430 sejak 11 Juni lalu. Jumlah tersebut tetap sama sampai dengan catatan terakhir yang dikeluarkan pada 13 Juni.

Kondisi serupa juga terjadi untuk vaksinasi dosis kedua. Di mana capaiannya sejak 11 Juni tercatat 52,1 persen atau 4.388 orang tanpa penambahan sampai dengan 13 Juni.

Untuk itu Mohan meminta partisipasi aktif dari guru di Kota Mataram untuk sama-sama memahami pentingnya vaksinasi tersebut. “Kita tentu melakukan vaksinasi sebagai bagian dari protokol wajib yang dibutuhkan. Dan perilaku standar harus tetap dilakukan seperti pakai masker dan lainnya. Guru juga imunitasnya harus tetap terjaga untuk persiapan tatap muka ini,” jelasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, H. Lalu Fatwir Uzali tidak memberikan banyak komentar. Menurutnya saat ini sinkronisasi data masih dilakukan untuk memastikan jumlah pasti dari guru yang sudah maupun belum mengikuti vaksinasi.

Sebelumnya disampaikan juga capaian vaksinasi berdasarkan data yang diambil langsung dari kepala sekolah menunjukkan persentase lebih dari 80 persen. Kendati demikian belum semua data tersebut dimasukkan dalam basis data Satgas Covid-19.

Selain itu, pihaknya juga mencatat adanya guru yang melakukan vaksinasi sebagai masyarakat umum, sehingga tidak tercatat. Untuk itu pihaknya merencanakan pengadaan posko vaksinasi di Kantor Dinas Pendidikan Kota Mataram sebagai upaya terakhir mengejar target vaksinasi bagi seluruh guru yang ada. (bay)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional