Vaksinasi Guru di Mataram Belum Capai Target

H. Lalu Fatwir Uzali. (Suara NTB/ron)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram capaian vaksinasi guru di Kota Mataram saat ini sekitar 80 persen. Kepala Disdik Kota Mataram, H. Lalu Fatwir Uzali menyebut jumlah tersebut didapat dari data yang diserahkan masing-masing sekolah ke pihaknya.

“Laporan dari masing-masing kepala sekolah kalau kita rata-ratakan (capaian vaksinasi guru) di Kota Mataram sudah 80-85 persen. Memang ada yang di bawah itu, tapi setelah kita rata-ratakan hasilnya segitu. Beberapa minggu yang lalu kita sudah rapatkan (capaian vaksinasi) ini,” ujarnya, Kamis, 10 Juni 2021.

Iklan

Menurutnya, vaksinasi guru di Kota Mataram memang harus mencapai persentase 95 persen pada pertengahan Juni ini. Hal tersebut telah menjadi komitmen pihaknya bersama stakeholder terkait sesuai hasil rapat di Kantor DPRD Kota Mataram pada Rabu, 2 Juni 2021.

Kendati demikian, berdasarkan catatan Satgas Covid-19 Provinsi NTB hingga 9 Juni 2021 capaian vaksinasi guru di Kota Mataram untuk dosis pertama baru mencapai 71,6 persen atau sekitar 6.036 orang dari target 8.430 orang. Sedangkan untuk dosis kedua baru mencapai 51,8 persen atau 4.369 orang.

 “Mungkin ini datanya belum di-update atau bagaimana, kami kurang tahu. Yang jelas kami sudah mengambil datanya dari masing-masing sekolah. Sekarang sedang digencarkan juga untuk vaksin kedua, ini yang banyak belum selesai,” jelas Fatwir.

Di sisi lain, pihaknya mengimbau seluruh guru yang belum mengikuti vaksinasi agar segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat dari tempat mengajar. Jika persentase peserta vaksinasi tidak mencapai target hingga akhir minggu kedua Juni, pihaknya juga telah menyiapkan beberapa strategi.

“Kalau belum bisa sampai 95 persen di akhir (minggu kedua) Juni ini, kami akan mengadakan lagi posko vaksin terakhir di Kantor Dinas Pendidikan. Hanya ini cara yang bisa kita lakukan,” ujarnya. Menurut Fatwir, beberapa kendala juga mempengaruhi proses pencatatan vaksinasi guru tersebut.

Antara lain ada beberapa guru yang melakukan vaksinasi sebagai masyarakat umum. “Jadi yang ini banyak yang tidak tercatat. Ada juga beberapa guru yang tidak bisa mengikuti vaksinasi karena sudah tua atau punya komorbid,” ungkapnya.

Untuk itu, pihaknya meminta seluruh guru yang tidak dapat mengikuti vaksinasi tersebut agar memberikan surat keterangan kesehatan yang didapat dari Puskesmas atau rumah sakit. Surat keterangan tersebut akan menjadi catatan bagi Disdik Kota Mataram sebagai permakluman.

Vaksinasi guru ditekankan Fatwir penting menjadi perhatian. Kaitannya dengan persiapan menyambut tahun ajaran baru dengan membuka sekolah untuk belajar tatap muka secara formal. “Jadi ini bagian dari protokolnya. Prokesnya tetap kita jalankan, sesuai simulasi yang sudah berjalan sampai hari ini,” tandas Fatwir. (bay)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional