Vaksinasi Diharapkan Berdampak terhadap Kunjungan Wisatawan

Yono Sulistyo, H. Nizar Denny Cahyadi. (Suara NTB/cem/ist)

Mataram (Suara NTB) – Vaksinasi Covid-19 mulai digulirkan oleh pemerintah pertengahan Januari lalu.  Program ini diharapkan memberikan sentimen positif terhadap kunjungan wisatawan. Kendati demikian, pelaku pariwisata secara ketat menjalankan protokol kesehatan (prokes).

Ketua Asosiasi Hotel Mataram, Yono Sulistyo menerangkan, efek dari pembatasan sosial berskala besar di Pulau Jawa dan Bali berpengaruh terhadap kunjungan bisnis maupun pariwisata di Mataram. Dari tingkat hunian hotel di Mataram rata – rata di bawah 40 persen. Kondisi ini dinilai sangat parah. “Kalau saya melihat tingkat hunian hotel di pertengahan Januari ini saja sekitar 30 – 35 persen. Atau bisa dirata – ratakan di bawah 40 persen,” kata Yono dikonfirmasi, Kamis, 21 Januari 2021.

Iklan

Program vaksinasi digulirkan oleh pemerintah seharusnya memberikan sentimen positif terhadap kunjungan wisatawan. Sementara ini, AHM belum melihat adanya peningkatan jumlah wisatawan datang berlibur. Di satu sisi, vaksinasi masih pro – kontra di masyarakat. Tetapi jika hasilnya positif tentu bisa memberikan efek positif terhadap pariwisata. “Kalau dilihat di sosmed juga masih pro-kontra,” ucapnya.

Beberapa negara membatasi bahkan melarang warganya berwisata ke negara dengan tingkat kasus Covid-19 tinggi. Menurut Yono, selama pandemi, maskapai penerbangan internasional tidak lagi beroperasi. Sebelumnya, penerbangan dari Malaysia, Singapura dan Australia tiga kali dalam sepekan. Hal ini juga menjadi kendala karena belum bisa mobilisasi antarnegara.

Pelaku pariwisata tidak bisa berpatokan terhadap wisman. Kunjungan wisatawan domestik cukup tinggi pada November – Desember 2020 lalu. “Karena kegiatan dilonggarkan, artinya dampaknya bagus terhadap industri,” ucapnya.

Kebijakan persyaratan swab antigen bagi pelaku perjalanan tetap diberlakukan sementara vaksinasi terus bergulir. Yono menilai justru hal ini akan memberatkan wisatawan. Mereka akan berpikir kembali untuk traveling ke luar daerah. Oleh karena itu, ia mengharapkan pemerintah memberikan kelonggaran bagi pelaku pariwisata terutama bagi hotel untuk melaksanakan aktivitas usaha. Pemerintah pusat telah memberikan sertifikat CSA sebagai bukti telah dilaksanakan protokol kesehatan.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, H. Nizar Denny Cahyadi juga mengharapkan, program vaksinasi memberikan dampak positif terhadap pariwisata di Mataram. Meskipun secara angka belum dilihat apakah akan terjadi penurunan atau stagnan. “Kalau angkanya menurun harus dilihat sebagai hal positif indikator pariwisata bisa naik lagi,” katanya.

Seperti tahun sebelumnya, Dispar menargetkan kunjungan wisatawan di tahun 2021 sebanyak 700 ribu. Pihaknya belum berani menargetkan lebih dari itu karena kondisi belum normal akibat pandemi. Sejak pandemi 2020 lalu berdampak di semua sektor pariwisata. Kendati demikian, ia tetap berusaha menggeliat sektor pariwisata dengan membangun fasilitas pendukung di objek – objek wisata di Mataram. (cem)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional