Vaksinasi Covid-19 “Kendor” Selama Ramadhan

Mataram (Suara NTB) – Progres vaksinasi coronavirus disease (Covid-19 di Kota Mataram menurun. Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram, dr. Usman Hadi menyebut kondisi tersebut terjadi terutama sejak awal Ramadhan 1442 Hijriah yang jatuh pada 13 April lalu.

“Ini kita bicara di Puskesmas, waktu hari pertama puasa saja kurang 100 orang (yang mengikuti vaksinasi) di 11 puskesmas,” ujar Usman saat dikonfirmasi pekan lalu. Jumlah tersebut diakuinya menurun drastis, di mana pada hari-hari biasa sebelum Ramadhan per Puskesmas yang ada di Mataram dapat melayani lebih dari 100 orang setiap harinya.

Iklan

Beberapa skenario akan diambil jika progres vaksinasi tersebut melambat. Salah satunya seperti vaksinasi malam hari yang diharapkan dapat mendorong masyarakat melakukan vaksinasi Covid-19. Kendati demikian, hal tersebut masih belum dapat diputuskan dalam waktu dekat.

“Kita sebenarnya berharap kalau bisa jangan ada vaksinasi malam hari. Karena pertimbangan tenaga kesehatan (nakes) kita juga bisa kelelahan. Mudah-mudahan setelah sepekan ini (jumlah masyarakat yang mengikuti vaksinasi) bisa meningkat lagi,” jelasnya.

Di sisi lain, penurunan tersebut menurun Usman terutama terjadi pada masyarakat yang seharusnya menerima suntikan vaksin pertama. Sedangkan untuk masyarakat yang menerima suntikan vaksin kedua tetap dilayani dan berjalan lancar. “Harus kalau vaksin kedua itu, jangan sampai tidak,” jelasnya.

Vaksinasi Covid-19 memang menjadi perhatian utama Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram saat ini. Terlebih Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menambah target cakupan vaksinasi dari 13.366 orang lansia menjadi 22.000 orang lebih.

Penambahan target tersebut secara otomatis juga menurunkan persentase vaksinasi yang telah dilakukan di Kota Mataram. Untuk itu, pihaknya berharap respon masyarakat untuk mengikuti vaksinasi bisa tetap terjaga. Salah satunya sebagai bentuk upaya bersama untuk memunculkan herd immunity atau kekebalan kelompok terhadap potensi penularan Covid-19.

Sampai dengan 18 April 2021, Satgas Covid-19 NTB mencatat cakupan vaksinasi lansia dosis pertama di Kota Mataram baru mencapai sekitar 38 persen atau 9.881 orang, sedangkan dosis kedua baru mencapai 19,6 persen atau 5.110 orang. Untuk vaksinasi guru dosis pertama baru mencapai 43,1 persen atau 3.636 orang, sedangkan dosis kedua masih 0 persen.

Kemudian sampai dengan 17 April vaksinasi nakes untuk dosis pertama tercatat 107,2 persen atau 7.564 orang, melebihi target 7.053 orang, sedangkan dosis kedua mencapai 104,1 persen atau 7.340 orang. Untuk petugas pelayanan publik untuk dosis pertama mencapai 3.793 persen atau 36.116 orang dari target 952 orang, sedangkan untuk dosis kedua mencapai 1.414,8 persen atau 13.469 orang. (bay)

Advertisementfiling laporan pajak ucapan idul fitri ucapan idul fitri Jasa Pembuatan Website Profesional