Vaksinasi Covid-19 Dimulai, Vaksin Dijaga Ketat, Protokol Kesehatan Dipertegas

Pengawalan distribusi vaksin Covid-19 Sinovac dari gudang Cold Chain Dikes Provinsi NTB ke gudang farmasi Dikes Lombok Barat, Rabu, 13 Januari 2021.(Suara NTB/Biro Ops Polda NTB)

Mataram (Suara NTB) – NTB memulai vaksinasi Covid-19. Vaksin ini memunculkan harapan pandemi virus Corona segera berlalu. Proses penyimpanan vaksin dan vaksinasi dijaga ketat. Di sisi lain, penegakan protokol kesehatan makin dipertegas. Tidak ada lagi sosialisasi selain penindakan.

Kapolda NTB Irjen Pol Mohammad Iqbal memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 dan Kesiapan Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Tahun 2021 di Provinsi NTB, Rabu, 13 Januari 2021. “Kita akan amankan vaksinasi sampai lokasi terujung NTB,” tegasnya. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Danrem 162/WB Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani, Wakapolda NTB Brigjen Pol Asby Mahyuza, Kadikes Provinsi NTB dr Nurhandini Eka Dewi, Kasatpol PP Provinsi NTB Tri Budi Prayitno, Kalak BPBD NTB I Gusti Bagus Sugihartha, Kadisos Provinsi NTB, serta para pejabat utama Polda NTB, dan Kapolres jajaran se-NTB yang terhubung melalui konferensi video.

Vaksin Covid-19 untuk tahap awal sudah didistribusikan ke Gudang Cold Chain Dikes Kota Mataram dan Lombok Barat. Vaksinasi tahap pertama yakni kepada unsur Forkopimda NTB untuk menjamin kepercayaan masyarakat terhadap vaksin Covid-19 yang sudah dinyatakan halal dan aman tersebut. Pengamananya mengikuti jadwal vaksinasi yang ditetapkan. Kapolda memastikan distribusi vaksin dan vaksinasi Covid-19 tidak akan disisakan celah sedikitpun untuk masuk gangguan ketertiban dan keamanannya.

Mulai dari distribusi dari provinsi ke kabupaten/kota, kemudian sampai ke titik tempat vaksinasi. Kemudian pengawasan manajemen antrean penerima vaksinnya. “Ini seperti kita amankan TPS dan kotak suara karena ini untuk keselamatan masyarakat,” jelasnya. Meski sudah ada vaksin, Kapolda menegaskan penerapan protokol kesehatan tidak boleh kendur. Apalagi merasa sehat dan aman karena terlindungi vaksin. Tahap awal ini vaksin baru diperuntukkan tenaga kesehatan. Apalagi saat ini tingkat positivitas Covid-19 sudah mencapai 40 persen. padahal rata-rata nasional 15 persen.

Iqbal mengatakan dasar hukum penegakan protokol kesehatan ini sudah jelas, yakni Perda Provinsi NTB No7/2020 tentang Penanggulangan Penyakit Menular. Pemberlakukan jam malam operasional tempat keramaian dan usaha kembali diterapkan. “Ketegasan penegakan hukum harus mendominasi upaya-upaya operasi yustisi terpadu. Ketegasan hukum denda. Bila perlu tutup tempat usaha dalam hitungan hari atau hitungan bulan yang melanggar tapi pakai cara-cara yang profesional,” jelasnya.

Kemudian Rizal menambahkan penegakan protokol kesehatan ini tidak akan pandang bulu. Sebab, vaksinasi Covid-19 ini akan sia-sia apabila protokol kesehatan pencegahan penularannya mengendur. “Kami akan lebih tegas kepada pelanggar protokol kesehatan. Baik itu pengusaha maupun perorangan. Disiplin protokol kesehatan menurun, maka vaksinasi tidak akan maksimal,” tegasnya.

Penanganan Covid-19 melalui vaksinasi, sambung Danrem, tetap simultan dengan penerapan protokol kesehatannya. Pandemi saat belum berakhir. “Kita harus simultan, penegakan hukum,  masyarakat harus disiplin, sosialisasinya juga harus gencar sehingga yang sakit makin turun yang sembuh makin banyak,” sebut Rizal.

Tri Budi menjelaskan, operasi yustisi penegakan Perda 7/2020 sudah menjaring 19.395 pelanggar sejak digelar selama empat bulan belakangan ini. 16,69 persennya disanksi denda. Serta 83 persen sisanya menjalani sanksi sosial. “Juga ada 62 izin usaha yang kita beri peringatan,” kata pria yang akrab disapa Mas Yiyit ini. Dia pun mengingatkan kabupaten/kota untuk terus bergerak menggencarkan lagi operasi yustisi.

 

Lebih dari 175 Titik Vaksinasi

Eka menerangkan rantai penyimpanan dingin NTB sudah mumpuni untuk menampun vaksin Covid-19. Meskipun demikian, proses distribusi dan vaksinasinya disesuaikan dengan karakteristik vaksin Covid-19 CoronaVac yang diproduksi Sinovac.

“Di seluruh NTB kapasitas kita 6.700 liter di 175 Puskesmas. Kapasitas gudang farmasi kabupaten/kota ada 5.305 liter. Kita di provinsi ada 37 ribu liter,” jelasnya. Distribusi vaksin Covid-19 ke kabupaten/kota dilakukan bertahap. Kondisi penyimpanan vaksin harus tetap berada pada suhu antara 2 derajat sampai 8 derajat Celcius. “Kita bertahap ngedropnya supaya efikasinya bisa tetap kita pertahankan,” sebut Eka.

Eka menegaskan titik vaksinasi Covid-19 tidak di lokasi umum. Vaksinasi hanya pada tempat-tempat sarana kesehatan pemerintah. Untuk sarana milik swasta masih dibatasi. “Jadi tidak ada di luar RS, Puskesmas, Poliklinik TNI Polri. RS Swasta masuk tapi klinik kecil belum kita izinkan karena rantai pendinginannya itu,” terangnya.

Karo Ops Polda NTB Kombes Pol Imam Thobroni menyebutkan, vaksin untuk kebutuhan vaksinasi di Kota Mataram dan Lombok Barat sudah terdistribusi lancar pada Rabu, 13 Januari 2021. Sebanyak 4.080 dosis vaksin Sinovac dipindahkan dari Gudang Cold Chain Dikes Provinsi NTB ke gudang Dikes Lombok Barat. Sementara, 7.000 botol dosis vaksin dipindahkan ke gudang farmasi Dikes Kota Mataram.

”Jika penyalurannya ke daerah terpencil dan membutuhkan personel tambahan, kita akan tambah personelnya. Hingga dipastikan hingga proses vaksinasi berjalan aman,” ujarnya. Imam mengatakan, pihaknya mengerahkan personel gabungan sebanyak 600 orang untuk pengawalan dan pengamanan vaksin. Baik saat pendistribusian maupun pengamanan di titik penyimpanan. “Yang standby ada Brimob. Kalau pengawalannya tergantung situasi,” tegasnya.

Kabagdalops Biro Ops Polda NTB AKBP Rustanto menerangkan vaksinasi tingkat provinsi dipusatkan di Kantor Gubernur Provinsi NTB di Kota Mataram pada Kamis, 14 Januari 2021 dimulai pukul 09.00 Wita. Peserta vaksinasi antara lain Gubernur NTB, Kapolda NTB, Danrem 162/WB, Sekretaris Daerah NTB, dan pimpinan instansi lainnya.

Sementara di Kota Mataram digelar di Pendopo Walikota Mataram mulai pukul 10.00 Wita. Peserta vaksinasi antara lain Forkopimda Kota Mataram, pimpinan instansi, perwakilan lintas agama, dan pengusaha. Kemudian di Lombok Barat direncanakan pada Jumat, 15 Januari 2021 pukul 09.00 Wita. Namun kemudian ada perubahan menjadi Kamis, 14 Januari 2021. Pesertanya antara lain Forkopimda Lombok Barat, pimpinan instansi, dan perwakilan tenaga medis. “Untuk kabupaten lain menunggu proses distribusi vaksin,” sebutnya.

Vaksin Covid-19 produksi Sinovac ini tiba pada Selasa, 5 Januari 2021. Jumlahnya 28.760 dosis yang disimpan dalam 15 koli. 14 koli masing-masing berisi 1.960 botol dosis. 1 koli isi 1.320 botol. Vaksin ini untuk vaksinasi gelombang pertama kepada 14.380 tenaga kesehatan. (why)