Vaksinasi Covid-19 Dimulai 15 Januari

H. Usman Hadi. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Pemkot Mataram mulai melakukan vaksinasi coronavirus disease atau Covid-19 mulai 15 Januari pekan ini. Pencanangan dengan dimulai dengan menyuntikkan vaksin ke forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda), tokoh agama serta tokoh masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. H. Usman Hadi menerangkan, pencanangan secara nasional vaksinasi Covid-19 dimulai di Pemerintah Pusat 13 Januari. Lalu menyusul Pemprov NTB 14 Januari dan diikuti Pemkot Mataram 15 Januari. Pencanangan vaksinasi ditandai dengan menyuntikkan vaksin Covid-19 ke Forkopimda, tokoh agama serta tokoh masyarakat. “Kemungkinan yang pertama itu Pak Wali, Pak Wakil dan Forkopimda lainnya,” kata Usman ditemui Senin, 11 Januari 2021.

Pandangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) bahwa kandungan vaksin halal dan suci. Hanya saja, Emergency Use Authorization belum keluar dari Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Usman secara teknis menjelaskan, sebelum dilakukan vaksinasi terlebih dahulu dilakukan screening. Hasil tes akan dilihat apakah memiliki riwayat penyakit penyerta (komorbid) atau sebaliknya. Pemeriksaan kesehatan ini dinilai penting karena petugas kesehatan tidak memiliki medical record pribadi terhadap seseorang yang akan divaksin. “Vaksinasi untuk usia 18 – 59 tahun dan tidak punya penyakit penyerta,” jelasnya.

Vaksinasi bagi sumber daya manusia (SDM) kesehatan baik itu dokter, bidan, perawat, sopir dan lainnya dijadwalkan tanggal 20 Januari. Usman menyebutkan, SDM kesehatan berjumlah sekira 6 ribu orang lebih. Ini tersebar di 16 rumah sakit negeri dan swasta, 26 klinik dan 6 fasilitas kesehatan lainnya. Kebutuhan vaksin sendiri 14 ribu dosis

Kondisi pandemi seperti saat ini diharapkan tidak ada penolakan dari SDM nakes maupun masyarakat. Mekanisme sebelum vaksin akan ada pemberitahuan melalui pesan singkat yang dikirim oleh Dinas Komunikasi dan Informatika. “Semua harus setujulah,” harapnya.

Kekhawatiran masyarakat terhadap efek samping dijelaskan Usman, semua obat memiliki efek samping. Dia mencontohkan obat pharacetamol akan mempengaruhi lambung apabila seseorang memiliki riwayat penyakit lambung. “Wajarlah kalau ada efek samping karena semua obat begitu. Namanya jarum masuk ke tangan, ya pasti sakit,” demikian jelasnya. (cem)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here