Vaksinasi Covid-19 di NTB Ditargetkan Tuntas Desember

H. Lalu Hamzi Fikri (Suara NTB/nas)

Pemerintah Pusat meminta dilakukan percepatan vaksinasi Covid-19 di daerah. Vaksinasi Covid-19 di NTB ditargetkan tuntas Desember mendatang.

‘’Arahan dari pusat, kita diminta melakukan percepatan. Kita ditarget juga oleh pusat, Desember selesai (vaksinasi),’’ kata Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB, dr. H. Lalu Hamzi Fikri, M.M., MARS., di Mataram, Selasa, 26 Januari 2021.

Iklan

Fikri menjelaskan rencana vaksinasi di NTB. Untuk tahap pertama diperuntukkan bagi tenaga kesehatan (nakes) dengan jumlah sasaran vaksinasi lebih dari 31 ribu orang di NTB. Vaksinasi nakes ditargetkan tuntas akhir Februari mendatang.

Setelah vaksinasi terhadap nakes selesai, dilanjutkan untuk TNI/Polri dan Aparatur Sipil Negara (ASN) pelayanan publik. Vaksinasi tahap kedua ini ditargetkan mulai Maret, April hingga Mei.

Sedangkan vaksinasi untuk masyarakat direncanakan mulai Juni hingga Desember. Sehingga, pada Desember, diharapkan 70 persen masyarakat NTB sudah divaksinasi Covid-19. Jika 70 persen masyarakat sudah divaksinasi, maka akan terbentuk herd immunity atau kekebalan komunitas di NTB.

Fikri menjelaskan, alasan dilakukan percepatan vaksinasi, yang semula ditargetkan akan tuntas triwulan pertama 2022. Karena berdasarkan analisis dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), jika vaksinasi bisa dipercepat maka puncak Covid-19 tahun 2020 bisa digeser lebih awal.

“Harapannya dengan percepatan vaksinasi, puncak itu bisa bergeser lebih awal. Nggak apa-apa (puncaknya lebih awal), vaksinasi jalan terus. Herd immunity sebesar 70 persen bisa kita kejar,” katanya.

Pemerintah Pusat telah mendistribusikan vaksin Covid-19 Sinovac ke NTB sebanyak 56.360 dosis yang dikirim dalam dua tahap. Tahap pertama sebanyak 28.760 dosis yang diperuntukkan bagi nakes yang ada di Kota Mataram dan Lombok Barat.

Kemudian pengiriman tahap kedua sebanyak 27.600 dosis. Akan diperuntukkan bagi nakes yang ada di delapan kabupaten/kota di NTB. Seperti Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Utara, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, Bima dan Kota Bima.

Alokasi distribusi vaksin untuk masing-masing kabupaten/kota untuk tahap kedua ini, antara lain Lombok Tengah sebanyak 5.720 dosis, Lombok Timur 10.680 dosis, Sumbawa 6.320 dosis, Dompu 3.640 dosis, Bima 3.680 dosis, Sumbawa Barat 2.560 dosis, Lombok Utara 2.520 dosis dan Kota Bima 2.280 dosis.

Untuk mempercepat vaksinasi nakes, kata mantan Direktur RSUD NTB ini, strategi yang akan dilakukan dengan memperbanyak jumlah nakes yang dilayani di Fasilitas Layanan Kesehatan (Fasyankes). “Karena stok vaksin kita akan minta dari pusat sesuai kebutuhan dan kemampuan kita,” terangnya.

Terkait dengan dua pejabat di NTB yang sudah divaksin namun terpapar Covid-19, Fikri mengatakan mereka tidak akan divaksin kedua, pada 28 Januari mendatang. Karena kalau sudah terpapar Covid-19, sudah bisa membentuk imun sendiri.

Dua pejabat yang sudah divaksin dan sekarang terpapar Covid-19 adalah Danrem 162/WB, Brigjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani dan Kepala Dikes Kota Mataram. Fikri menjelaskan, kasus yang dialami Danrem, bisa saja dia terpapar Covid-19 sebelum divaksin. Tapi proses pembentukan imun pascadivaksinasi jalan terus. Sehingga, meskipun terpapar Covid-19, kondisinya baik-baik saja.

‘’Jadi, ndak ada ruginya orang divaksin. Tetap ada untungnya. Walaupun kena, kenanya dia risiko menularkan lebih kecil dan klinis yang ditimbulkan Covid ini lebih kecil. Jadi, kenapun sudah banyak antibodinya. Jadi, tetap tenang, ndak usah panik,’’ kata Fikri. (nas)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional