Vaksinasi Covid-19 di Lobar Terganggu Sistem Aplikasi

Vaksin Covid-19 yang disimpan di Kantor Dikes Lobar. Untuk sementara vaksinasi di Lobar masih terganggu sistem aplikasi. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Lombok Barat (Lobar) terganggu sistem aplikasi Kominfo Peduli Covid-19 yang dibuat Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Aplikasi ini belum berjalan maksimal, sehingga banyak data para tenaga kesehatan (nakes) belum teregister ulang. Bahkan, ada warga Mataram yang divaksin masuk data di Lobar. Dan sebaliknya, warga Lobar masuk ke Mataram.

Kabid Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Kesehatan Lingkungan (P3KL) pada Dinas Kesehatan (Dikes) Lobar, dr. Ahmad Taufiq Fathoni mengatakan, pihaknya belum bisa mendistribusikan vaksin ke semua rumah sakit dan puskesmas. Pihaknya hanya mendistribusikan beberapa vaksin ke rumah sakit dan puskesmas yang disesuaikan dengan jumlah nakes yang sudah masuk aplikasi.

Iklan

“Kami belum bisa droping semua vaksinasi ke rumah sakit dan puskesmas, Karena tidak semua nakes yang akan divaksin masuk aplikasi. Hanya beberapa nakes yang sudah masuk itu yang kami kirimkan vaksinnya,” jelasnya, Jumat, 15 Januari 2021.

Rata-rata puskesmas dan rumah sakit, katanya, ada nakes yang masuk daftar untuk divaksin. Hanya saja jumlahnya tidak banyak, ada yang satu sampai dua orang di satu puskesmas. Rumah Sakit Tripat yang paling banyak yakni 10 orang, sehingga pihaknya tidak bisa mengirim vaksin dalam jumlah besar. Pihaknya hanya mengirimkan vaksin sejumlah nakes yang divaksin tersebut.

Dijelaskan dari sisi kesediaan vaksin tidak ada masalah, karena pihaknya sudah menerima 4.080 dosis dari Dikes Provinsi. Namun yang bermasalah adalah sistem aplikasinya. “Karena ada orang Mataram masuknya ke Lobar dan ada orang Lobar masuknya ke Mataram. Mungkin karena banyaknya yang masuk. Jadi ini yang harus diperbaiki,” imbuh dia.

Ditanya soal banyaknya warga yang mempertanyakan soal jenis vaksin yang diberikan kepada pejabat baik itu presiden, gubernur dan bupati dengan masyarakat, Ahmad Taufiq Fathoni menegaskan, jenis vaksinnya sama dan tidak ada pembedaan. Bahkan pihaknya menunjukkan jenis vaksin secara terbuka dan bisa dicek. “Vaksin ini juga gratis kepada warga, tapi syaratnya masuk aplikasi Kominfo Covid-19 peduli,” terangnya. (her)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional