Vaksinasi 10.000 Orang Per Hari

H. Lalu Hamzi Fikri (Suara NTB/dok)

PEMPROV NTB menargetkan vaksinasi kepada 10.000 orang per hari. Saat ini, ada sisa vaksin Covid-19 sebanyak 141. 295 dosis yang belum digunakan di kabupaten/kota dan gudang penyimpanan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB, dr. H. Lalu Hamzi Fikri., M.M., MARS., menyebutkan total jumlah vaksin yang sudah diterima NTB sebanyak 550.360 dosis. Dengan rincian vaksin Sinovac 522.060 dosis dan Astrazeneca 28.300 dosis.

Iklan

Hingga 6 Juni lalu, sebanyak 400.514 dosis vaksin yang sudah dipakai. Sisanya, sebanyak 149.846 dosis vaksin belum digunakan. Berdasarkan update vaksinasi Rabu, 9 Juni 2021, kata Fikri, sebanyak 409.065 dosis vaksin sudah dipakai. Masih tersisa 141.295 dosis vaksin di kabupaten/kota dan gudang.

“Untuk kabupaten/kota, arahan pusat 1.000 per hari, (sehingga) untuk NTB 10.000 per hari,” kata Fikri dikonfirmasi di Mataram, Kamis, 10 Juni 2021.

Dengan target vaksinasi sebanyak 10.000 orang per hari, diharapkan sisa vaksin yang ada sudah habis digunakan akhir Juni ini.

Rincian vaksin yang belum digunakan per 6 Juni lalu  sebanyak 101.586 dosis di 10 kabupaten/kota dan 48.260 dosis vaksin di gudang.  Sebanyak 101.586 dosis vaksin yang masih belum digunakan di kabupaten/kota, dengan rincian Kota Mataram 13.555 dosis, Lombok Barat 13.446 dosis, Lombok Tengah 16.220 dosis, Lombok Timur 22.903 dosis, Lombok Utara 2.001 dosis, Sumbawa Barat 1.779 dosis, Sumbawa 4.965 dosis, Dompu 5.943 dosis, Bima 10.380 dosis dan Kota Bima 10.394 dosis.

Fikri menjelaskan rata-rata capaian vaksinasi untuk sasaran tenaga kesehatan (nakes), lansia, pelayan publik dan guru sudah di atas 100 persen. Dengan tambahan vaksin yang diterima, sasarannya diperluas untuk masyarakat umur 18-49 tahun dan umur 50 tahun ke atas.

Sesuai surat edaran dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang ditindaklanjuti dengan membuat surat edaran ke kabupaten/kota, dua orang yang berumur 18-49 tahun diwajibkan membawa satu orang masyarakat berumur 49 tahun untuk divaksinasi. Sesuai arahan Wakil Gubernur NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd., begitu ada tambahan vaksin dari Pemerintah Pusat, langsung dilakukan upaya percepatan untuk vaksinasi.

“Strategi bagaimana memaksimalkan vaksinasi. Ada strategi khusus kita lakukan. Vaksin yang kita terima saat ini, rata-rata intinya cepat terserap. Sekarang persoalannya bagaimana dari sisi pencatatan dan pelaporan,” katanya.

Menurutnya, pencatatan dan pelaporan ini cukup penting. Sehingga Pemerintah Pusat akan melihat stok vaksin yang sudah digunakan di masing-masing daerah. Ketika stoknya sudah habis maka akan segera dikirim lagi.

“Target yang divaksin sesuai droping vaksin. Kalau kami percepatan intinya. Rata-rata faskes sehari minimal 100 orang perhari di level puskesmas, kalau rumah sakit sekitar 200 orang perhari,” tandasnya. (nas)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional