Vaksin Terbatas, Dikes Akui Ada Penyuntikan Tak Sesuai Jadwal

Maman. (Suara NTB/ula)

Dompu (Suara NTB) – Pemberian vaksin Covid – 19 bagi pelayan publik menjadi masa transisi vaksinasi di daerah. Keterbatasan stok vaksin dan miskomunikasi di tingkat petugas membuat penerima vaksin ada yang tidak tepat dalam penerimaan vaksin Covid-19.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu, Maman, SKM, MMKes kepada Suara NTB mengakui, pemberian vaksinassi bagi 10 orang pejabat publik dan tenaga kesehatan (Nakes) pada tahap pertama pemberian vaksin di Dompu dilakukan sesuai jadwal. Dimana vaksin untuk dosis kedua diberikan setelah 14 hari dosis pertama. “Kalau (vaksin) nakes tepat waktu 14 hari (untuk dosis kedua). Kalau pelayan publik dan lain – lain, termasuk lansia, itu ada yang lebih (dari 28 hari). Tapi tidak begitu banyak,” kata Maman.

Iklan

Perubahan dari pemberian vaksin dosis kedua setelah 14 hari suntik dosis pertama menjadi setelah 28 hari suntik dosisi pertama didapat jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Dompu menjelang penyuntikan dosis kedua untuk pelayan publik. Informasi yang mendadak ini membuat petugas banyak kecewa dan terjadi miskomunikasi.

Molornya pemberian vaksin tahap kedua disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya petugas pencantumkan pemberian vaksin kedua di hari ke 28 setelah vaksin pertama. Ketika waktu vaksin kedua, sasaran ada yang tidak bisa tepat waktu karena ada kesibukan lain dan bisa juga karena banyaknya sasaran tidak seimbang dengan jumlah petugas vaksin. Bisa juga karena jumlah sasaran yang berkunjung tidak memungkinkan vaksin dibuka. “Sekarang beda vaksin seperti awal. Dulu single dosis, sekarang multi dosis. Minimal 8 sampai 11 orang satu vial. Ketika dibuka harus terpakai semua. Itu juga kendala kita,” kata Maman.

Kendati lewat dari hari ke 28 setelah dosis pertama pemberian dosis kedua, Maman mengaku, tidak ada istilah DO untuk vaksinasi Covid-19 dan keterlambatan satu dua hari tetap efektif vaksinnya. “Sebenarnya efektifitas pembentukan anti bodi (setelah divaksin dosis pertama) memuncak pada hari ke 28 itu maksudnya. Jadi ketika diberikan lebih dari 28 hari, masih dikategorikan efektif. Dalam pemberian vaksin ini menurut teman – teman di provinsi, belum bisa pake istilah DO. Beda dengan vaksin pada bayi,” jelasnya.

Petugas vaksinasi kini tidak mempaskan waktu pemberian vaksin dosis kedua pada hari ke 28 setelah disuntik vaksin dosis pertama. Penyesuaian jadwal dan waktu bagi sasaran ini untuk mengukur pembukaan vial dosis vaksin Covid dan kesanggupan kehadiran peserta divaksin dosis kedua. “Sekarang lansin terkaver sesuai waktunya,” ungkap Maman.

Realisasi vaksin Covid-19 di Kabupaten Dompu hingga Jumat, 21 Mei 2021, sebanyak 150 orang untuk dosis kedua dari 1.057 orang Lansia. Pada pelayan publik sudah 2.300 orang dari 2.897 orang yang mendapat dosis pertama. Begitu juga pada Nakes sudah 1.740 orang dari 1.831 orang yang mendapat dosis pertama. (ula)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional