Vaksin Halal dan Aman, Tidak Ada Alasan Ragu Divaksinasi Covid-19

Vaksinator menyuntikkan vaksin Covid-19 kepada Gubernur NTB periode 2008 - 2018, TGH. M. Zainul Majdi saat dilakukan vaksinasi perdana di Gedung Graha Bhakti Praja Kantor Gubernur, Kamis, 14 Januari 2021. (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) -Gubernur NTB periode 2008 – 2018, Dr. TGH. M. Zainul Majdi atau yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) menjadi salah satu tokoh masyarakat yang divaksinasi Covid-19 perdana bersama Gubernur, Wakil Gubernur dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di Gedung Graha Bhakti Praja Kantor Gubernur, Kamis, 14 Januari 2021. TGB mengatakan, vaksin Sinovac yang digunakan dalam vaksinasi perdana ini sudah mengantongi izin BPOM dan mendapatkan sertifikat halal dan suci dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Sehingga, kata TGB, tak ada alasan untuk ragu divaksin Covid-19. Jadi, tak ada alasan sama sekali bagi kita untuk ragu (divaksinasi). Apalagi kemudian tidak responsif terhadap program vaksinasi ini, ujarnya.

Iklan

Terkait dengan keamanan dan kehalalan vaksin tersebut. Prinsipnya, masyarakat harus bertanya pada ahlinya dan pihak terkait yang punya otoritas. Dari sisi efektivitas vaksin, ada penjelasan dari pemerintah.

Kemudian dari sisi status kehalalannya, sudah dikeluarkan sertifikat oleh MUI. Serta dari sisi higienitas atau keamanan vaksin, sudah keluar izin dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

Jadi seluruh otoritas yang terkait dengan halalan toyyiban dan efektivitas vaksin ini, sudah menyampaikan konfirmasinya, terangnya.
TGB mengatakan, vaksinasi Covid-19 merupakan ikhtiar kolektif agar pandemi Covid-19 bisa segera diatasi. Sehingga, program vaksinasi harus diikuti oleh masyarakat yang menjadi calon penerima vaksin Covid-19.

Ditanya mengenai apa yang dirasakan setelah dilakukan vaksinasi. Ia mengaku tak merasakan apa-apa atau baik-baik saja. Dari sisi pelaksanaan vaksinasi perdana di NTB, TGB mengatakan pelaksanaannya efisien dan tenaga kesehatan yang melakukan vaksinasi bekerja secara profesional.

Sama sekali tidak ada. Bahkan menurut saya karena jarumnya kecil sekali. Jadi hampir-hampir tidak ada rasanya, beda misalnya kalau diambil darah. Itu jarumnya besar. Tidak ada waktu yang terbuang. Dan mudah-mudahan (vaksinasi) ini awal yang baik buat NTB, harapnya. (nas)

Advertisementfiling laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional