Vaksin Covid-19 Diberikan ke Nakes

H. Usman Hadi. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Sejumlah 17 ribu vaksin coronavirus disease atau Covid-19 telah diusulkan ke pemerintah pusat. Pemberian vaksin diprioritaskan bagi tenaga kesehatan (nakes). Namun efek samping penggunaan obat kekebalan tubuh masih diuji.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. H. Usman Hadi menerangkan, Polresta Mataram sudah meminta data jumlah nakes baik di rumah sakit pemerintah, rumah sakit swasta maupun puskesmas. Data itu menyangkut rencana pendistribusian vaksin Covid-19 ke daerah. Dari 17 ribu vaksin diminta oleh Dinas Kesehatan NTB, tidak diketahui kuota bagi tenaga kesehatan di Mataram. “Lupa saya datanya. Dari Polres sudah minta datanya,” kata Usman ditemui Selasa, 27 Oktober 2020.

Iklan

Vaksin Covid-19 baru menyasar nakes. Usman mengaku belum mensosialisasikan pemberian obat antibody tersebut ke dokter, perawat maupun bidan. Pasalnya, belum ada Peraturan Kementerian Kesehatan sebagai petunjuk teknis penggunaan vaksin tersebut. Secara umumnya fungsi vaksin itu adalah meningkatkan daya imun atau antigen terhadap ancaman virus. Vaksin yang disuntikkan akan membentuk antibody. “Ndak jauh bedalah sama vaksin anak – anak,” jelasnya.

Efek samping vaksin Covid-19 belum diketahui. Kementerian Kesehatan masih meneliti efek sampingnya. Selain nakes, vaksin secara luas akan diberikan bagi aparatur sipil Negara (ASN), terutama instansi teknis yang memberikan pelayanan langsung bagi masyarakat.

Usman belum bisa memberikan gambaran secara detail karena petunjuk teknis serta petunjuk pelaksanaan belum diterima dari pemerintah pusat. “Iya, rencananya begitu. Tapi kita tunggu bagaimana arahan dari pusat,” tambahnya.

Di satu sisi, dia merespon baik nihilnya kasus baru Covid-19 tiga hari terakhir. Menurut dia, protokol kesehatan yakni menggunakan masker, menjaga jarak serta menghindari kerumunan harus tetap diterapkan. Ketaatan masyarakat dipastikan membantu pemerintah menekan penularan. “Syaratnya 3M itu saja. Percuma pakai masker kalau tetap berkerumunan. Jadi 3M itu harus benar-benar dilaksanakan,” pungkasnya.

Dari hasil evaluasi bersama DPRD Kota Mataram tingkat kesembuhan pasien mencapai 90 persen. Sedangkan, persentase kematian 7 persen. Adapun 35 pasien masih dirawat di antaranya 13 orang dirawat di rumah sakit dan 22 lainnya memilih isolasi mandiri. (cem)