UTS Mengajar dan Cetak 10 ‘’Engineers’’ di Setiap Desa

Rektor UTS, Chairul Hudaya, didampingi Warek III UTS, Khotibul Umam dan Direktur Kerjasama UTS, M. Ikbal Sanggo.(Suara NTB/ist)

Sumbawa Besar (Suara NTB)– Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) kini sedang fokus menggarap program UTS Mengajar dan penciptaan 10 Insinyur di setiap desa (one village ten engineers).

Demikian disampaikan Rektor UTS, Chairul Hudaya Ph.D, didampingi Warek III, Khotibul Umam dan Direktur Kerjasama UTS, M. Ikbal Sanggo kepada Suara NTB, Rabu, 22 September 2021. Sebagai bentuk sinergi dengan Pemkab Sumbawa, UTS menggagas kedua program dimaksud. Sesuai arahan Mendikbud, Nadiem Makarim, mahasiswa diberikan hak belajar di masyarakat. Implementasinya, dibuatlah program merdeka di desa yang telah melahirkan ratusan produk. Kemudian magang bersertifikat di perusahaan besar.

Iklan

Paling baru, UTS kini menggarap program UTS Mengajar. Berangkat dari pemikiran, pandemi yang berdampak terhadap sektor pendidikan, terutama ditingkat pendidikan dasar dan menengah. Model pembelajaran saat ini lebih mengedepankan online atau daring. Sementara banyak siswa SD terutama yang berada di luar kota belum terbiasa dengan model pembelajaran online.

“Makanya perlu kita bantu, dengan menurunkan mahasiswa kita ke sekolah sekolah. Kami sudah berkoordinasi dengan Bupati dan Kepala Dinas Dikbud Sumbawa dan sangat mengapresiasi program ini,”terang Rektor.

Sebagai langkah awal, UTS akan menurunkan mahasiswa di 10 sekolah SD dan SMP di Sumbawa. Yakni, SD Kapassari Moyo Hilir, SDN 1 Semamung, SDN Sebewe, SDN 1 Kelungkung, SDN 1 Lopok, SMPN 2 Unter Iwes, SMPN Lopok, SMPN 1 Moyo Hulu, SMPN 1 Moyo Utara dan SMPN 1 Batulante.

Nantinya, mahasiswa yang diturunkan ke lokasi akan membantu siswa dari sisi literasi, pembinaan karakter terkait pancasila dan wawasan kebangsaan. Serta metodologi dan manajemen sekolah. “Kita bukan bermaksud mengganti peran guru. Hanya membantu, terutama dari sisi literasi dan manajemen. Mahasiswa kita yang punya ilmu tentang keuangan, bisa menularkan pengetahuannya untuk perbaikan manajemen keuangan sekolah,” urai Chairul.

Program lainnya yang tengah berjalan saat ini, mencetak 10 Insinyur atau tenaga engineers di setiap desa. Sebagai agen perubahan dibidang teknologi di desa. Agar ada transfer knowledge untuk mengurai persoalan di desa. Sekaligus memaksimalkan potensi yang ada. Program ini dilaksanakan pada 15 desa. Yakni, di desa Lunyuk Ode, Poto, Pernek, Tepal, Teluk Santong, Sebewe, Labuan Burung, Marga Karya, Pungkit, Juran Alas, Pulau Bungin, Berare, Batu Tering, Ranan dan Gontar Baru.

“Setiap desa mengirimkan 10 orang untuk dikuliahkan di berbagai jurusan teknik dengan beasiswa di UTS. Setelah lulus kuliah nantinya diharapkan mereka menjadi agen teknologi di desanya masing masing,”tambah Ikbal. (arn)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional