UTS Gandeng BI dan OJK Masifkan Edukasi Literasi Keuangan

Seminar literasi keuangan yang digagas FEB UTS dan digelar pada Rabu, 18 November 2020.(Suara NTB/dok)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UTS menggandeng Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk masifkan edukasi literasi keuangan. Sebab salah satu fokus kerja pemerintah dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat adalah meningkatkan kapasitas literasi keuangan masyarakat.

Literasi keuangan mencakup aspek pengelolaan keuangan, akses terhadap Lembaga keuangan, investasi, dan literasi perpajakan. Menyadari hal ini, FEB UTS menginisiasi program KKN tematik literasi keuangan. “Kami memobilisasi mahasiswa untuk mengedukasi masyarakat agar memiliki pemahaman dasar mengenai perencanaan keuangan dan pengembangan kapasitas kewirausahaan, semua ini kami lakukan sebagai bentuk kontribusi kami dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,”terang Dekan FEB UTS, Muhammad Nurjihadi, M.Si.

Iklan

Dalam menjalankan program ini, FEB UTS secara aktif membangun kerjasama dan kolaborasi dengan berbagai pihak yang relavan. Terutama BI dan OJK (OJK). “Masalah utama yang membuat UMKM kita sulit berkembang adalah lemahnya kemampuan dan kesadaran pencatatan dan pengelolaan keuangan oleh para pelaku usaha kecil dan menengah, oleh karenanya kami sangat mendukung upaya FEB untuk melakukan edukasi literasi keuangan ini” ungkap Kepala Kantor Wilayah Bank Indonesia (BI) NTB, Heru Saptaji.

Pada kesempatan terpisah, Kepala OJK NTB, Farid Faletehan juga menyampaikan dukungan penuh atas inisiatif FEB UTS ini. Sebab program ini langsung menyentuh problem mendasar di masyarakat. Saat ini tingkat inklusi keuangan masyarakat di NTB sudah mencapai 70%, sedangkan kapasitas literasi keuangan masyarakat hanya sekitar 30%. Hal ini berarti, sebagian besar masyarakat mengakses lembaga keuangan tanpa pengetahuan yang memadai tentang keuangan. “Hal itu yang membuat inisiatif FEB UTS menjadi sangat menarik dan sesuai dengan kebutuhan saat ini. OJK dengan senang hati bekerjasama untuk mendukung FEB UTS menjalankan program ini maupun program-program sejenis lainnya,”kata Farid.

Selain BI dan OJK, kegiatan KKN Tematik Literasi Keuangan FEB UTS ini juga mendapat dukungan dari Bank Negara Indonesia (BNI), Bursa Efek Indonesia (BEI), Philip Securitas, dan Asuransi Jasindo, dan Kantor Pajak Pratama (KPP) Sumbawa Besar. Program KKN Tematik Literasi Keuangan ini dijalankan di 6 desa di Kecamatan Moyo Hilir dan Moyo Utara. “Setiap hari di 6 desa ini mahasiswa kami memberikan edukasi kepada masyarakat dengan menghadirkan mitra-mitra yang mendukung program ini, termasuk BI, OJK, BNI, KPP Pratama, Jasindo dan lainnya,” jelas Nurjihadi. (arn)