UTS Bantu Geliatkan Pembangunan Ekonomi Indonesia Timur

Chairul Hudaya. (Suara NTB/ist)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Program Studi (Prodi) Kewirausahaan atau entrepreneurship yang berada dibawah Fakultas Ekonomi dan Bisnis UTS telah disetujui Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti). Untuk meningkatkan kualitas SDM Penggerak perekonomian di Sumbawa pada khususnya dan Indonesia pada umumnya.

“FEB UTS ingin menjadi yang terdepan dalam menyediakan dan menumbuhkan ekosistem berwirausaha di Indonesia timur, salah satu caranya adalah dengan membuka Prodi Kewirausahaan,” jelas Dekan FEB UTS, Muhammad Nurjihadi.

Iklan

Saat ini jumlah perguruan tinggi yang memiliki Prodi Kewirausahaan di Indonesia belum terlalu banyak. UTS merupakan salah satu pelopor pendirian Prodi ini di wilayah Indonesia Timur. Kurikulum Prodi Kewirausahaan disusun untuk dapat menggembleng calon-calon pengusaha sukses. Mulai dari membangun mental sebagai pengusaha. Membangun gagasan bisnis, hingga mengelola kegiatan bisnis yang efektif dan efisien. Dengan begitu, diharapkan Sumbawa kelak akan kaya dengan sarjana-sarjana yang berorientasi bisnis ketimbang menjadi PNS atau karyawan swasta. Hal ini dapat dipastikan akan membuat perekonomian di Sumbawa dan Indonesia Timur akan semakin bergairah. Yang pada akhirnya akan menjadi katalis yang dapat mempercepat perkembangan kemajuan ekonomi Indonesia di wilayah timur.

“Sumbawa pada khususnya dan NTB pada umumnya memiliki banyak potensi usaha untuk dikembangkan, namun kurangnya minat masyarakat untuk menjadi pengusaha serta tidak adanya ekosistem berwirausaha yang baik membuat potensi-potensi itu belum banyak tergali. Itu sebabnya kita ingin mencetak banyak generasi penerus yang dapat secara kreatif dan inovatif mengembangkan ide-ide bisnis mereka dengan membuka Prodi Kewirausaan. Kami sangat yakin, kelak Sumbawa akan memiliki banyak pengusaha hebat jebolan Prodi Kewirausahaan UTS” ungkap Rekto UTS, Chairul Hudaya dengan optimis.

Pada sisi yang lain, Rektor UTS juga meyakini bahwa kehadiran Prodi Kewirausahaan memiliki banyak peminat. “Pangsa pasar untuk Prodi Kewirausahaan ini luas sekali, semua kalangan dengan berbagai latar belakang dapat berkuliah disini tanpa harus melihat dia dari IPA, IPS atau lainnya. Apalagi masyarakat sudah mulai bosan dengan bidang studi yang itu-itu saja. Kehadiran Prodi Kewirausahaan ini pasti menjadi magnet bagi banyak siswa yang suka berfikir out of the box,” sambung Chairul.

Selain Prodi Kewirausahaan, FEB UTS juga mengajukan untuk membuka dua Prodi yang lain, yaitu Prodi Bisnis Digital dan Prodi Aktuaria. Namun yang sudah mendapat persetujuan Dikti baru Prodi Kewirausahaan saja. (arn)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional