Usut Dugaan Penjualan Aset Desa Senteluk, Penanganan Kasus Naik ke Tahap Penyelidikan

Kasi Intelijen Kejari Mataram Heru Sandika Triyana (memegang mikrofon) Rabu, 15 September 2021 menemui massa aksi Ampes yang menggelar aksi unjuk rasa damai mempertanyakan penanganan kasus dugaan penjualan aset Desa Senteluk, Batulayar, Lombok Barat.(Suara NTB/Kejari Mataram)

Mataram (Suara NTB) – Kejari Mataram lengkap mengklarifikasi saksi terkait dugaan penjualan aset Desa Senteluk, Batulayar, Lombok Barat. Pengumpulan data dan bahan keterangan sudah selesai. Kasusnya kini ditangani di tahap penyelidikan.

Hal itu terungkap saat unjuk rasa massa aksi Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Sasak (Ampes) di Kantor Kejari Mataram Rabu, 15 September 2021. “Prosesnya terus dilanjutkan,” ucap Kasi Intelijen Kejari Mataram Heru Sandika Triyana.

Iklan

Kasus ini awalnya ditangani Seksi Intelijen untuk mengumpulkan dokumen-dokumen serta keterangan pihak yang terkait. Selanjutnya setelah lengkap, kemudian dinaikkan ke tahap penyelidikan Pidsus. “Nanti pihak-pihak terkait akan dimintai keterangan lagi,” terangnya.

Koordinator Ampes Alhadi menjelaskan, kedatangannya menggelar unjuk rasa ini untuk memberi dukungan Kejari Mataram menangani kasus ini. Sebab menurutnya, indikasi korupsinya sudah tampak dari beberapa bukti dokumen. “Itu ada surat pelepasan haknya yang menyatakan bukan aset desa. Padahal di BPKAD itu terdaftar sebagai aset,” terangnya.

Tanah yang terletak di Desa Senteluk itu diduga dijual seharga Rp600 juta pada tahun 2015. Sementara Kantor Aset Lombok Barat (kini BPKAD Lombok Barat) pada tahun 2011 menyatakan tanah tersebut merupakan aset Pemda Lombok Barat. “Kami menduga surat pelepasan haknya ini dimanipulasi. Kemudian pihak desa mengeluarkan sporadik,” imbuh dia.

Aset lahan yang diduga dijual ini seluas 20,98 are. Alhadi menduga tanah ini sudah beralih kepemilikan ke perorangan. Nilainya cukup besar berdasarkan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) sesuai kelas tanah A. “Dijualnya tahun 2015 itu harganya Rp600 juta,” kata Alhadi. (why)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional