Usulkan Kenaikan Gaji Aparatur Rp24 Miliar, Lobar Dinilai Tak Peka Nasib Korban Gempa

KORBAN - Korban gempa di Gunungsari yang masih tinggal di lokasi pengungsian yang terendam setiap kali hujan turun. Butuh perhatian serius dari pemerintah untuk memperhatikan korban gempa. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Pemda Lombok Barat (Lobar) mengusulkan kenaikan anggaran untuk belanja aparatur tahun 2019 mendatang. Usulan kenaikan anggaran untuk membayar gaji PNS yang naik sebesar 5 persen dan calon CPNS sebanyak 2019 lumayan besar mencapai Rp24 miliar lebih. Pemda berdalih kebaikan ini dialokasikan dari dana alokasi umum (DAU), sebab peruntukan DAU alokasi dasarnya untuk pembayaran gaji ASN.

Sekda Lobar H. M. Taufiq ditemui akhir pekan kemarin mengatakan, usulan kenaikan gaji ASN tahun 2019 hanya Rp 24 miliar lebih dibandingkan tahun 2018. Alasan diusulkan kenaikan, karena  ada asumsi kenaikan gaji ASN tahun depan sebesar 5 persen ditambah lagi untuk membayar gaji CPNS yang direkrut tahun ini sebanyak 219 formasi, jika semua formasi yang ini terisi. Ia mempertanyakan kritikan dari DPRD yang menganggap usulan kebaikan belanja aparatur banyak sekali. “Kok dibilang banyak sekali?” tanyanya.

Iklan

Ditanya alasan kenaikan usulan kenaikan gaji ASN tak sebanding dengan belanja publik, khususnya untuk penanganan korban gempa, sekda berdalih, jika penggunaan DAU alokasi dasarnya untuk pembayaran gaji dulu. Setelah terpenuhi gaji itu, barulah bicara peruntukan untuk belanja modal atau belanja publik. Bahkan ia menganggap kenaikan gaji ini wajar, hanya Rp 24 miliar lebih. Ia mengklaim, jika dilihat dari porsi anggaran langsung dan tak langsung sudah berada pada posisi 50:50 persen. “Lantas di mana letak ketimpangan, mungkin yang dilihat kenaikan belanja untuk porsi anggaran gaji ASN,” terangnya.  Mengenai alokasi anggaran untuk korban gempa, sekda menjelaskan sedang dalam pembahasan.

Sebelumnya, anggota DPRD Lobar Hj. Nurul Adha, mengkritisi Pemda Lobar lantaran tak mengakomodir usulan Dewan agar mengalokasikan anggaran untuk penanganan korban gempa. Pasalnya saat ini penanganan korban gempa sangat penting. Apalagi di tengah kondisi hujan saat ini. Pada saat pembahasan anggaran APBD 2019, sendiri tak dicantumkan secara khusus untuk penanganan gempa. “Kami berkali-kali suarakan itu (anggaran untuk korban gempa), tapi ndak didengar (akomodir, red),” kritiknya. (her)