Usulkan CPMI Terima Kartu Prakerja

Suhartono (Suara NTB/ist)

KEMENTERIAN Ketenagakerjaan (Kemenaker) sedang mengusulkan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) maupun eks PMI yang baru dipulangkan dari luar negeri untuk menjadi penerima program kartu prakerja. Apalagi NTB merupakan salah satu daerah yang menjadi kantong CPMI di Indonesia, kemanfaatan program tersebut akan dapat dirasakan oleh masyarakat di tengah pandemi Covid-19 ini.

“Usulan kami yang terakhir, kami sudah membahas dengan Menko Perekonomian, masalah kepesertaan kartu prakerja bagi CPMI. Ini mungkin akan langsung dirasakan oleh NTB. Karena NTB salah satu kantong TKI cukup besar di Indonesia,” kata Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Bina Penta dan PKK) Kemenaker, Suhartono saat kunjungan kerja Komisi IX DPR RI ke Kantor Gubernur, Kamis, 18 Maret 2021.

Iklan

Ia mengatakan, saat ini sedang dibahas formulasi program kartu prakerja bagi CPMI atau eks PMI. Dikatakan, untuk pendaftaran kepesertaan CPMI dalam program kartu prakerja sudah dibahas supaya secara offline, bukan secara online.

Untuk kuota program kartu prakerja bagi CPMI atau eks PMI, masih dilakukan pembahasan dengan Kementerian Koordinator (Kemenko) Perekonomian yang menjadi koordinator program tersebut. Di NTB sendiri, khusus untuk PMI yang dipulangkan dari luar negeri menggunakan penerbangan langsung Kuala Lumpur – Malaysia karena kontrak mereka sudah habis, sejak Januari – pertengahan Maret sudah mencapai 3.213 orang.

Pada bulan Januari sebanyak 1.445 orang, Februari sebanyak 1.409 orang dan awal Maret ini sebanyak 359 orang. Terbanyak berasal dari Lombok Timur 1.562 orang, Lombok Tengah 1.098 orang, Lombok Barat 388 orang, Lombok Utara 83 orang, Kota Mataram 44 orang, Sumbawa 22 orang, Dompu 7 orang, Bima 5 orang, Kota Bima 3 orang, dan Sumbawa Barat satu orang. (nas)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional