Usulkan Belajar Tatap Muka, Kadis Dikbud Minta Sekolah di Lobar Contoh SMPN 2 Lingsar

Kepala SMPN 2 Lingsar Tajuddin mendampingi Kepala Dinas Dikbud Lobar H. Nasrun mengadakan ekspose rencana pembelajaran tatap muka era new normal, Senin, 21 September 2020.(Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – SMPN  2 Lingsar Kabupaten Lombok Barat (Lobar) mengadakan ekspose rencana pembelajaran tatap muka di era new normal di sekolah setempat, Senin, 21 September 2020. Ekpose ini melibatkan semua unsur, terdiri dari pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), tim Covid-19 kecamatan, puskesmas, TNI-Polri hingga kepala desa. Bahkan pihak sekolah menghadirkan PMI untuk memberikan petunjuk bagaimana penerapan belajar tatap muka tersebut.

Kepala Dinas Dikbud Lobar H. Nasrun yang hadir langsung mengaku kegiatan ekspose itu sangat baik, “ini bisa ditiru oleh sekolah-sekolah lain di Lobar, sebelum mengajukan izin belajar tatap muka memang sangat perlu ekspose melibatkan semua unsur terkait,” kata Nasrun.

Iklan

Dikatakan, semua komponen dilibatkan oleh sekolah, sehingga mengajak mereka untuk ikut bertanggung jawab. Setelah semua disepakati dan dibuatkan SOP maka barulah sekolah mempersiapkan berkas dan dokumen pengajuan tatap muka tersebut.

Menurutnya, di era new normal ini sekolah yang merasa siap diizinkan  mengusulkan mengadakan belajar tatap muka ke dinas. Selanjutnya tim gabungan Dinas Dikbud dan Dikes akan turun ke sekolah-sekolah untuk memferivikasi kelengkapan dokumen mengacu protokol kesehatan sesuai SKB 4 menteri, sampai dengan hal teknis menyangkut kelengkapan peralatan. Hasil dari verifikasi ini, pihaknya membuat rekomendasi untuk diajukan permintaan izin kepada bupati.

Di Lobar sudah ada delapan sekolah yang mengajukan lebih dulu, hanya saja yang melakukan ekspose baru dilakukan di SMPN 2 Lingsar. “Baru di SMPN 2 Lingsar melakukan ini (ekspose red),”tukas dia. Diakui usukan belajar tatap muka ini terus bertambah, karena selain delapan sekolah ini baru-baru ini juga ada 10 sekolah mengusulkan diri. “Delapan sekolah ini juga belum dapat izin dari pak bupati,” ujar dia.

Pertimbangannya belum diberikan izin, mengacu instrument yang terbit terbaru mulai dari protokol kesehatan, syarat utamanya adalah hijau atau kuning. Hal ini kata dia untuk mencegah adanya penularan baru dari anak murid di Sekolah.

Kepsek SMPN 2 Lingsar, Tajuddin menerangkan ekspose ini melibatkan semua unsur. Mulai dari Forkopimcam Lingsar, dari semua tim gugus tugas Covid-19 baik itu camat, polsek, danramil sampai desa. Tim kesehatan juga dilibatkan, seperti puskesmas dan melibatkan PMI untuk mengatur rekayasan pelaksanaan tatap muka kalau disetujui tatap muka tersebut. PMI juga melatih PMR di sekolah. “Kami ingin pastikan semua protokol kesehatan di SMP N 2 Lingsar berjalan sesuai yang ditetapkan oleh tim gugus tugas,”tegas dia.

Ia menambahkan, terkait kesiapan sekolah untuk penerapan tatap muka ini dipastikannya secara fisik sudah siap. Karena dari sisi kesiapan peralatan, seperti alat pengukur suhu tubuh, spanduk, tempat cuci tangan, penyemprotan dan hand sanitizer hingga ruangan-ruangan untuk penanganan sementara bagi siswa yang memiliki suhu tubuh di atas rata-rata. (her)