Usulan Tak Kunjung Disetujui, BPBD Lombok Barat Tak Punya Tangki Tangani Kekeringan

Giri Menang (Suara NTB) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Barat (Lobar) menuai kendala klasik untuk menangani permasalahan bencana kekeringan yang tiap tahun melanda sejumlah daerah di Lobar. Kendala yang dialami tidak adanya kendaraan tangki untuk mengangkut air ke lokasi yang terkena kekeringan. Sejauh ini BPBD hanya bergantung pada bantuan dinas lain, seperti Dinas Sosial (Disos) dan PDAM yang memiliki kendaraan tangki. Pihak BPBD beberapa kali mengusulkan untuk pengadaan kendaraan tangki, namun tak kunjung disetujui.

Demikian diakui Kabid Kedaruratan dan Logistik pada BPBD Lobar Hartono pada Suara NTB, Rabu, 25 April 2018. Diakuinya, setiap kali terjadi kekeringan pihaknya hanya berkoordinasi dengan Disos dan PDAM untuk dibantu kendaraan tangki. Pihaknya hanya memiliki tandon air, sejauh ini jumlahnya sudah banyak. Seharusnya BPBD memiliki kendaraan tangki untuk mendistribusikan air ke titik kekeringan. Namun sejauh ini dari beberapa kali usulan belum disetujui oleh Pemda, termasuk pihaknya mengusulkan ke pusat.

Iklan

Idealnya, Lobar perlu memiliki dua kendaraan tangki. Namun sampai sekarang belum ada. Padahal di beberapa daerah di Lobar menjadi langganan kekeringan. Terdapat lima kecamatan dan 32 desa yang terkena bencana Kekeringan tahun lalu. Lima kecamatan ini antara lain, Sekotong, Lembar, Gerung, Kuripan dan Batulayar.

Menyoal kekeringan yang terjadi di Lobar, sejauh ini Hartono mengakui belum ada laporan dari bawah terkait daerah yang terkena kekeringan. Namun sejauh ini hasil pantauan di bawah sudah ada gejala akan terjadi kekeringan. Langkah antisipasi yang dilakukan pihaknya turun langsung ke wilayah yang rawan terkena kekeringan. “Sejauh ini belum ada yang terkena kekeringan, tapi sudah ada gejala akan terjadi kekeringan. Kami terus turun ke lapangan untuk memantau,” kata Hartono.
Sejauh ini ada desa yang bersurat ke BPBD, namun mereka meminta dibantu drop air untuk acara begawe (hajatan).

Menurut perkiraannya, kekeringan sepertinya agak terlambat melanda daerah Lobar. Sebab kondisi masih terjadi hujan. Jika dibanding tahun lalu, pada bulan yang sama sudah terjadi bencana kekeringan. Seperti prediksi BMKG juga menyampaikan musim kemarau terjadi pada bulan ini, namun masih terjadi hujan. Pihaknya terus mewaspadai kekeringan dengan berkoordinasi dengan BMKG dan pihak desa agar responsif melaporkan setiap ada terjadi kekeringan.

Sementara itu Kasi Logistik pada BPBD Lobar Tohri menambahkan, untuk antisipasi kekeringan, pihaknya sudah menyebar 6 tandon ke beberapa daerah yang menjadi langganan kekeringan, seperti Sekotong Tengah, Sekotong Barat, Cendimanik. Di Lembar disebar di Labuan Tereng dan Eyat Mayang. Di Kuripan dua desa antara lain Giri Sasak, Kuripan Selatan, sedangkan sisanya di wilayah utara. “Permasalahan kita tidak punya kendaraan tangki, kita sedang nego ke Deputi Peralatan BNPB supaya diberikan kendaraan tangki,” ujarnya. (her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here