Usia Produktif Dominasi Penyalahguna Narkoba di KSB

Ilustrasi Pengguna Narkoba (suarantb.com/pexels)

Taliwang (Suara NTB) – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sumbawa Barat, mencatat jumlah penyalahguna narkoba yang direhabilitasi mencapai 19 orang. Kebanyakan dari mereka merupakan para pelajar mulai dari tingkat SMP sampai dengan SMA. Jumlah inipun cenderung meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebanyak sembilan kasus dengan bulan yang sama.

“Tidak bisa dipungkiri memang usia produktif masih menjadi penyumbang terbesar angka penyalahguna narkoba kita. Bahkan usia mereka berkisar antara 15-20 tahun (usia sekolah) sebanyak sembilan orang yang sudah kita rehab lebih tinggi dibandingkan dengan usia 25-50 tahun,” ungkap Kepala BNNK, AKBP. Chepy Ahmad Hidayat, S.Ag kepada Suara NTB, Selasa, 23 Juni 2020.

Iklan

Banyak remaja yang direbilitasi mengindikasikan bahwa pengguna narkoba di kalangan pelajar juga meningkat. Kendati demikian, dirinya sangat mengapresiasi banyaknya remaja yang sadar dan datang untuk dilakukan rehabilitasi.

Karena tidak mudah untuk bisa keluar dari jeratan narkoba dan ketika mereka ingin berhenti tentu sangat dihargai. Pihaknya juga akan semakin intens melakukan penyuluhan dan sosialisasi dengan cara menyasar semua lini masyarakat. Apalagi upaya itu dianggap paling ampuh untuk menekan kasus ini terutama di kalangan pelajar. “Kami sangat bersyukur banyak masyarakat yang sadar dan mau direhabilitasi meski jumlah kasus narkoba yang kita tangani juga meningkat,” sebutnya.

Sementara itu, berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap para pengguna narkoba yang direhabilitasi, rata-rata mereka berawal dari mencoba dan ketagihan. Angka kunjungan rehabilitasi meningkat bukan karena kasusny, melainkan kesadaran masyarakat untuk berubah sangat tinggi.

Tentu hal itu sangat diapresiasi, karena semakin banyaknya penyalahguna yang secara sukarela melaporkan diri maka kasus narkoba ini bisa ditekan. Pihaknya juga akan terus gencar melakukan sosialisasi terutama ke sekolah-sekolah dan masyarakat secara umum, karena rata-rata para penyalahguna ini merupakan usia produktif.

“Memang angka rehabilitasi kita saat ini sangat tinggi dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Makanya kami tetap menghimbau masyarakat waspada dan mengawasi anak-anaknya supaya bisa terhindar dari penyalahgunaan narkoba,” pungkasnya. (ils)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here