Usai Penutupan Bandara, Wings Air Terbang Perdana

Para petugas mulai bertugas melayani calon penumpang di LIA, pasca keputusan pemerintah pusat untuk membuka layanan transportasi. ( Ekbis NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Maskapai Wings Air menjadi maskapai pertama yang melayani penerbangan di Lombok International Airport (LIA), pasca kebijakan penutupan layanan penerbangan komersil dibuka kembali oleh pemerintah pusat, Jumat, 8 Mei 2020. Masing-masing satu penerbangan untuk kedatangan serta keberangkatan, pada Minggu, 10 Mei 2020. Dengan total penumpang sebanyak 19 orang.

“Hari ini ada dua penerbangan di LIA dari maskapai Wings Air. Masing-masing penerbangan dari Denpasar-Lombok serta sebaliknya Lombok-Denpasar,” terang Communication and Legal Section Head PT. AP I LIA, Arif Hariyanto, Minggu, 10 Mei 2020.

Iklan

Untuk penerbangan Denpasar-Lombok hanya membawa satu orang penumpang dari total 36 orang yang mengajukan diri untuk dilayani penerbangan. Karena maskapai akan membawa penumpang yang memenuhi persyaratan sesuai ketentuan pemerintah pusat. Sementara kalau penerbangan dari Lombok-Denpasar ada 18 penumpang yang bisa diterbangkan, juga dari 36 calon penumpang.

Arif mengatakan, untuk bisa diterbangkan ke daerah tujuan persyaratannya cukup ketat. Ada empat kriteria calon penumpang yang bisa dilayani. Diantaranya, penumpang yang melakukan perjalanan dinas dari lembaga pemerintah atau swasta. Kemudian penumpang yang ada anggota keluarga meninggal dunia, pasien yang butuh pelayanan kesehatan darurat serta repatriasi pekerja migran/pelajar serat pemulangan orang dengan alasan khusus.

“Persyaratan bagi calon penumpang cukup ketat,” tegasnya. Selain harus bisa memenuhi syarat-syarat administrasi yang sudah ditentukan, calon penumpang juga diharuskan lolos tes kesehatan. Karena hanya calon penumpang yang dinyatakan negatif terpapar virus corona saja yang bisa berangkat.

Kebijakan tersebut, lanjut Arif masih akan berlaku sampai adanya pengumuman resmi dari pemerintah pusat. Pihaknya pun dalam hal ini hanya menjalankan kebijakan saja. Jadi tidak bisa mengambil kebijakan. “Jadi bagi calon penumpang yang tidak memenuhi persyaratan diatas sebaiknya menunda rencana keberangkatan. Karena bisa dipastikan tidak akan dilayani,” tandasnya. (kir)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional