Usai Pagelaran WSBK, Status PPKM Loteng Level I

Muzakir Langkir (Suara NTB/dok)

Praya (Suara NTB) – Kekhawatiran akan lonjakan kasus Covid-19 pasca gelaran World Superbike (WSBK) di Pertamina Mandalika International Street Circuit, tidak terbukti. Sejauh ini kasus Covid-19 di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) masa landai. Belum ada laporan lonjakan kasus Covid-19 usai event balapan dunia tersebut, karena masyarakat dan penonton yang datang tetap mematuhi protokol kesehatan  (prokes) dan menjalankan apa yang menjadi ketetapan pemerintah

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Loteng, dr. Muzakir Langkir, yang dikonfirmasi wartawan, di kantor Bupati Loteng, Selasa, 23 November 2021, mengatakan, Loteng sampai saat ini masih menyandang status PPKM level I sejak tanggal 6 November lalu, meski baru selesai sebagai tuan rumah event dunia yang dihadiri ribuan pengunjung.

Iklan

“Status PPKM kita masih level I atau hijau. Belum ada laporan temuan atau lonjakan kasus Covid-19 dan mudah-mudahan bisa seterusnya,” sebut Langkir.

Dikatakannya, sudah hampir dua bulan RSUD Praya yang menjadi rumah sakit isolasi pasien Covid-19 juga tidak merawat pasien Covid-19. Meski beberapa waktu lalu sempat ada pasien yang masuk. Tapi itu ternyata kasus suspect, karena ada komorbid.

Selain karena penerapan protokol Covid-19 yang ketat pada setiap orang yang datang selama gelaran WBSk yang baru lalu, termasuk kepada kru dan pembalap, tingginya capaian vaksinasi Covid-19 di Loteng berdampak secara tidak langsung dalam menekan potensi penyebaran Covid-19 di daerah ini. Hal ini membuat penyebaran Covid-19 jauh lebih terkendali.

“Untuk dosis pertama saja capaian vaksinasi kita sudah di atas 83 persen. Sementara yang dosis kedua sudah lebih dari 50 persen. Hal ini membawa dampak pada semakin terkendalinya penyebaran Covid-19 di Loteng,” jelasnya.

Sejauh ini pihaknya masih terus berupaya menuntaskan capaian vaksinasi, baik itu untuk dosis kedua, terlebih lagi dosis pertamanya. Harapannya pada akhir tahun ini, capaian vaksinasi Loteng bisa lebih di atas 90 persen. Bahkan kalau bisa tuntas vaksinasi, sehingga Loteng bisa benar-benar terbebas dari Covid-19.

“Sudah hampir dua kita berjibaku dengan pandemi Covid-19. Mudah-mudahan dengan vaksiasi yang secara masif terus kita galakkan, pandemi Covid-19 bisa segera berlalu,” ujarnya.

Dengan status PPKM level I atau hijau tersebut, lanjutnya, masyarakat kini bisa lebih leluasa berkegiatan. Kegiatan-kegiatan dengan mengundang orang banyak, sekarang sudah bisa digelar. Tetapi dengan syarat, protokol Covid-19 tetap harus diterapkan. Minimal penggunaan masker itu wajib. Untuk meminimalisir potensi penyebaran Covid-19. “Dengan mulai mengeliatnya aktivitas masyarakat, ekonomi daerah bisa mulai bergerak,” tutupnya.

Sementara salah satu warga Praya, Ainiati mengaku, dirinya dan keluarganya sudah divaksin. Meski ada yang belum divaksin, salah satu keluarganya memiliki penyakit bawaan, sehingga belum diizinkan oleh tim medis untuk divaksin. Pihaknya berharap Covid-19 segera berakhir, sehingga aktivitas masyarakat kembali normal. Apalagi usaha suaminya yang bergerak pada bidang jasa pembuatan stempel, baliho dan percetakan, selama pandemi ini cukup berdampak. Untuk itu, ujarnya, jika semua sudah divaksin dan menjaga protokol kesehatan, seperti memakai masker dan lainnya, pihaknya yakin usahanya akan kembali pulih. (kir/ham)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional