Usai Dilantik, Wabup Kunjungi Makam Almarhum Ayahanda

Danny Karter Febrianto Ridawan- duduk bersimpuh di samping makam sang Ayah. Bersama keluarga besar, Wabup ziarah ke makam almarhum Dr. H. Ridawan usai dilantik, Jumat, 26 Februari 2021. (Suara NTB/ist)

Tanjung (Suara NTB) – Wakil Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU), Danny Karter Febrianto Ridawan, ST., M.Eng., diketahui mengunjungi makam almarhum sang ayah, Dr. Ir. H. Ridawan, M.Sc. Ia membagikan momen itu melalui status What’s App, pada Jumat, 25 Februari 2021, usai dilantik di Graha Bhakti Praja Kantor Gubernur NTB.

Pada momen foto yang diunggah, Wabup terlihat duduk bersimpuh di sebelah pusara sang Ayah. Wabup terlihat mengenakan full dress pelantikan. Wabup tertunduk seraya menengadahkan kedua telapak tangan, berdoa untuk almarhum. Wabup tampak ditemani putra kedua, Muhammad Alvaro Alzafar Ridawan.

Iklan

“Saat berdoa untuk almarhum, beliau (Wabup) sempat meneteskan air mata, begitu juga keluarga yang lain,” tutur Ajudan Wabup, Briptu Aprilian Eka Cahya Utama, SH., Sabtu, 27 Februari 2021.

Wabup tidak sendiri mengunjungi almarhum, Dr. H. Ridawan di TPU Karang Medain , Kota Mataram. Ia didampingi Ibunda, RR. Ir. Agustien Suhardiani, MP., istri Wabup, Yunita Apriliana, ST. M.Eng., anak pertama, Muhammad Javier Alijafran Ridawan, kedua saudara kandung Danny Semidt Novianto Ridawan, ST., MT., dan Danny Antara Febrianto Ridawan, ST., beserta istri masing-masing, kedua mertua Wabup, H. Ali Marjun AM, SH., – Hj. Zohrah, S.Pd., serta beberapa orang rekan seperjuangan.

Wabup dan rombongan tiba di TPU Karang Medain sekitar pukul 10.00 WITA. Tiba di pusara sang Ayah, Wabup dan rombongan langsung bersimpuh mengelilingi makam, sembari membacakan Surat Yasin dan doa untuk sang Ayah.

“Ini momen paling mengharukan. Sekaligus mengajarkan dan meminta anak berdoa di makam ayah saya,” ucap Wabup melalui pesan WA.

Dikutip dari akun Facebook Itratif Lombok Utara (sekarang menjabat sebagai Komisioner Bawaslu NTB) – bahwa, sosok almarhum Dr. H. Ridawan sangat lekat di benak masyarakat Lombok Utara, khususnya di Kecamatan Bayan.

Mendiang Dr. H. Ridawan, dikenal cerdas. Beliau putra daerah bergelar akademik doktor pertama di Kecamatan Bayan, – bahkan mungkin juga di Lombok Utara saat itu. Almarhum meninggal pada 2 Maret 2006. Saat itu, beliau dalam perjalanan mengemban tugas masyarakat Lombok Utara memperjuangkan pemekaran Lombok Utara dari Lombok Barat. Almarhum bersama Bupati saat ini, H. Djohan Sjamsu, SH., mantan Bupati, Dr. H. Najmul Akhyar, SH., MH., serta tokoh masyarakat lain, bahu membahu memperjuangkan berdirinya Lombok Utara.

“Jejaknya harus terus diingat. Sebagai prasasti penting pencapain pendidikan anak Bayan. H. Ridawan – Desa memanggilnya, beliau mampu mengubah persepsi keterbelakangan melalui pencapaian akademiknya. Generasi mileial Bayan penting mengetahui ini,” tulis Itratif.  “Kiprah beliau di dunia akademik menjadi cerita pengantar tidur. Saya sering diceritakan oleh Amaq (ayah). Buat anak kampung, gelar doktor menjadi sesuatu yang sangat istimewa,” sambung Itratif.

Sebagai tokoh penting di balik pemekaran Lombok Utara, Itratif menuliskan bahwa almarhum sering disebut-sebut akan menjadi nahkoda pertama masyarakat Gumi Dayan Gunung. Namun, Allah SWT berkehendak lain. Beliau dengan segala amal baiknya, dijemput lebih dulu sebelum melihat buah dari kerja keras dan kerja cerdasnya.

Sementara bagi Danny, rekam jejak didikan dari sang Ayah, terus dikenang sampai sekarang. Sang Ayah mengajarkan kedisiplinan, didikan untuk terus membangun daerah, bangsa dan negara melalui peran apapun yang dijalani setiap generasi. (ari)

Advertisement filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional