Usaha Jajanan Tradisional, Mencoba Bertahan di Tengah Pandemi

Proses pembuatan  jajanan tradisional yang dilakukan warga Teros Kecamatan Labuhan Haji Lotim. (Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB) – Pandemi Corona Virus Disease (Covid-19) menimbulkan dampak luas pada perekonomian. Tidak terkecuali bisnis-bisnis rumahan. Salah satunya dirasakan oleh Kelompok Usaha Bersama (KUB) Aneka Snack Ayunda Desa Teros Kecamatan Labuhan Haji Lombok Timur (Lotim). Pandemi ini telah menurunkan omzet penjualan hingga 50 persen. Usaha jajanan tradisional Teros ini pun mencoba bertahan di tengah pandemi.

“Dulu banyak pesanan, terutama jajanan kering, sedangkan sekarang ini kita hanya membuat jajanan kue-kue basah,” ungkap Husnaeni Ulfa menjawab Suara NTB saat ditemui di rumahnya, Rabu, 2 Desember 2020.

Pandemi Covid-19 ini diakui berdampak cukup besar bagi perkembangan bisnis rumahan yang dijalankannya semenjak lima tahun terakhir. Saat ini, pembuatan jajanan khas Lombok berupa kelepon singkong, donat dan jenis lainnya bagi yang memesan saja.

Dihitung rata-rata produksi 50 kotak jajan sehari. Omzetnya berkisar Rp 300 ribu sampai dengan Rp 450 ribu. Margin keuntungan yang diperoleh rata-rata Rp 100-150 ribu. Berbeda dengan sebelum  pandemi lalu yang jauh lebih besar.

Pangsa pasar jajanan tradisional buatan Ulfa tidak saja warga Teros. Seiring perkembangan teknologi, Aneka Snack Ayunda ini pun mencoba memasarkan secara online. “Kita juga promosi dan pasarkan lewat online,” sebutnya.

Pemasaran lewat online ini diakui cukup efektif. Terbukti setelah beberapa bulan terakhir cukup banyak yang pesan. Harapannya kegiatan usaha yang dijalankan tersebut bisa berkembang dengan baik dan omzetnya terus meningkat.  (rus)