Urusan e-KTP Makin Runyam

Selong (Suara NTB) – Blangko E-KTP yang diadakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sampai sekarang belum jelas kabarnya. Sementara, tingkat kebutuhan masyarakat atas dokumen kependudukan ini sangat tinggi. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Lombok Timur (Lotim) mencatat, dalam sehari ada 200-300 orang yang minta pembuatan KTP, namun tidak bisa diberikan fisik KTP langsung.

Menjawab Suara NTB, Kamis, 30 Maret 2017 Sekretaris Dinas Dukcapil Lotim, Azis mengaku, semenjak terakhir diberikan blangko Oktober 2016 lalu, pihaknya hanya bisa membuatkan Surat Keterangan sudah melakukan perekaman E-KTP kepada warga dan disebut sebanyak 4.000 surat keterangan yang sudah dibuat.

Iklan

Sementara, jumlah yang siap cetak E-KTP Lotim sebanyak 28 ribu lebih. Jumlah ini diklaim akan terus bertambah seiring dengan tingginya permintaan warga Lotim terhadap KTP. Soal kepastian ada atau fisik blangko yang diadakan oleh pemerintah pusat belum ada jawaban pasti. Janji pemerintah pusat, katanya bulan April mendatang. Dukcapil Lotim ini siap menjemput kembali blangko E-KTP tersebut.

Selama ini pula masih tingginya jumlah warga Lotim yang belum memiliki fisik KTP seumur hidup itu disebabkan blangko yang diminta tidak pernah sesuai jumlah diberikan. ‘’Pemintaan terakhir Oktober 2016 lalu diminta 8 ribu blangko, namun yang diberikan hanya 2 ribu lembar,’’ tambahnya.

Pada tahun ini diharapkan bisa diberikan lebih banyak, sehingga bisa menjawab permintaan warga. Melihat perkembangannya dewasa ini, pengadaan blangko E-KTP yang diduga terjerat kasus korupsi di tingkat pusat itu agak cukup sulit  bisa direalisasikan. Sehingga Lotim ini turut mempertahankan pembuatan surat keterangan sebagai pengganti KTP.  (rus)