Unram Terima Penghargaan dari Malaysia

Rektor Unram Lalu Husni (kanan) menerima penghargaan dari Wakil Perdana Menteri Malaysia YAB Dato’ Seri Dr. Wan Azizah Wan Ismail di Malaysia, Minggu, 2 Februari 2020. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Universitas Mataram (Unram) menerima penghargaan dari Wakil Perdana Menteri Malaysia YAB Dato’ Seri Dr. Wan Azizah Wan Ismail di Shangri-La Hotel Kuala Lumpur Malaysia, Minggu, 2 Februari 2020.

Penghargaan yang diberikan ini dalam acara perayaan ulang tahun Insaf Malaysia yang ke-10 itu, diserahkan secara langsung Wakil Perdana Menteri kepada Rektor Unram Prof. Dr. Lalu Husni, SH., M.Hum.

Iklan

Dalam siaran pers yang diterima Suara NTB, Selasa, 4 Februari 2020, penghargaan diterima Unram bersama 12 (dua belas) perguruan tinggi dan beberapa organisasi kemanusiaan lainnya yang berasal dari beberapa negara Asia, seperti Filipina, Bangladesh, Nepal dan Sri Lanka atas kerjasama bidang pengabdian masyarakat dalam rangka penanganan bencana gempa bumi di Lombok pada tahun 2018 lalu.

Wakil Perdana Menteri Malaysia YAB Dato’ Seri Dr. Wan Azizah Wan Ismail, menjelaskan, Insaf Malaysia sendiri adalah sebuah organisasi non profit yang didirikan oleh Encik Ishak Abdul Kadir pada bulan Maret 2009 yang bertujuan untuk membantu korban bencana alam, fakir-miskin, anak yatim dan anak-anak telantar di dunia, terutama di negara-negara Asia.

Kerjasama antara Unram dan Insaf Malaysia, ujarnya, mulai terbentuk ketika pendiri Insaf Malaysia Encik Ishak Abdul Kadir datang sebagai relawan kemanusiaan di Lombok, kemudian bersama sama dengan Unram membantu para korban di sebagian besar wilayah yang terdampak gempa.

Kegiatan kerjasama itu berupa pemberian bantuan fisik dan non fisik kepada korban. Bantuan fisik yang diberikan antara lain dalam bentuk pembangunan 22 masjid darurat, pemberian tenda pengungsian, bantuan makanan, uang tunai, pakaian, seragam sekolah serta bantuan renovasi beberapa pondok pesantren dan masjid yang rusak.

Sementara bantuan yang diberikan, tambahnya, bersifat non fisik berupa program trauma healing dengan memberikan ToT kepada dosen dan mahasiswa untuk menjadi relawan trauma healing, membentuk program trauma healing yang akan diberikan kepada masyarakat di daerah bencana. Termasuk, memberikan program trauma healing khusus untuk kepada anak-anak usia sekolah di Lombok Utara, Lombok Barat dan Lombok Timur.

Sementara Rektor Unram Lalu Husni menyatakan Unram terus berupaya semaksimal mungkin mewujudkan Tri Darma Perguruan Tinggi termasuk dalam bidang kemanusiaan dan pengabdian masyarakat melalui kerjasama dengan lembaga dalam maupun luar negeri. “Penghargaan ini diharapkan menjadi salah satu bukti pengakuan kinerja Unram dalam bidang kemanusiaan di tingkat Internasional” pungkasnya. (dys)