Unram Panen Perdana di Laboratorium Praktik Kerja Peternakan

Rektor Unram H. Lalu Husni menyerahkan secara simbolis ayam hasil panen ke Muhammad  Syarif Hidayatullah perwakilan perusahaan mitra. (Suara NTB/ist)

Praya (Suara NTB) – Rektor Universitas Mataram (Unram) Prof. Dr. Lalu Husni, SH., M.Hum., secara resmi melakukan panen perdana ayam potong (ayam broiler) di Laboratorium Mahasiswa Unram yang berlokasi di Dusun Tojong-Ojong, Desa Selebung, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah, Minggu, 18 Oktober 2020.

Pada kesempatan ini, Rektor Unram menegaskan Unram terus berupaya mengoptimalkan aset-aset yang dimiliki, sehingga bisa memberikan nilai tambah secara ekonomi agar dapat mendongkrak Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Unram Non UKT.

Iklan

Keberadaan laboratorium yang berada di bawah pengelolaan Badan Pengelola Usaha (BPU) Unram, ujarnya, prospek di bidang pertanian dan peternakan sangat menjanjikan, terlebih Unram memiliki para ahli di bidang tersebut.

“Ke depan juga akan kita kembangkan penggemukan sapi,” ungkapnya. ‘’Perikanan juga, terlebih lahan Unram di lingsar juga sangat progresif jika dijadikan sebagai tempat budidaya ikan,” sambungnya.

Rektor Unram ke-9 itu pun mendorong BPU untuk terus mengembangkan unit-unit usaha potensial yang dimiliki Unram. Tak lupa pula dia mengajak segenap pimpinan yang ada di Unram agar melakukan berbagai terobosan, untuk berkreasi menghasilkan berbagai produk riset.

“Sehingga tidak hanya menghasilkan nilai tambah bagi para peneliti, namun juga bagi Prodi (Program Studi, red),” ujarnya.

Sementara itu Direktur Utama BPU Unram Prof. Dr. Ir. Muhammad Ichsan, MS mengatakan, laboratorium mahasiswa tersebut merupakan laboratorium praktik kerja peternakan dan menjadi salah satu dari sekian banyak unit laboratorium yang ada di Unram. Selain menjalankan fungsi bisnis, laboratorium itu juga berguna untuk melaksanakan program Praktik Kerja Lapangan (PKL) bagi mahasiswa dengan Program Studi (Prodi) terkait.

Guru Besar Ilmu Produksi Ternak Unggas yang akan purna tugas pada Desember 2020 mendatang itu berharap, laboratoirum tersebut bisa menjadi pelecut Unram untuk terus berkreasi, sehingga terus inovatif dan solutif menghadapi kebutuhan masyarakat dan menjawab tantangan zaman.

Sementara Sekretaris Desa Selebung Usman, S.Pd, berterima kasih kepada Unram, karena telah menjadi promotor di bidang peternakan. Dirinya yang juga beternak ayam potong, berbagi tips cara merawat ayam potong agar tetap sehat dan bersih kepada BPU Unram. Dengan keberadaan laboratorium ayam potong Unram di daerahnya tersebut, dia berharap Unram dan masyarakat bisa bersinergi dan saling menguntungkan satu sama lain.

Direktur Produksi BPU Unram Tapaul Rozi, S.Pt., M.Si  mengaku, ternak ayam potong di Laboratorium Unram itu telah dimulai sejak tanggal 18 September lalu dengan jumlah 9.600 ekor. Selama 30 hari dipelihara dan saat panen mencapai 1,7 kg.

Dia juga menjelaskan, peternakan ayam potong milik Unram  memiliki keunggulan dibanding peternakan ayam potong yang lazim di masyarakat. Peternakan ayam potong Unram menggunakan kipas dinding (wall fan) untuk mengatur sirkulasi udara di dalam kandang, sehingga udara tetap segar.  “Jadi respons ayam bagus, karena ayam menyukai suhu yang rendah atau sejuk begitu, sehingga pertumbuhannya bagus,” urainya.

Sementara perwakilan PT. Mitra Sinar Jaya Muhammad Syarif Hidayatullah menegaskan, ke depan perusahaan akan semakin meningkatkan jumlah populasi dan ingin mengubah metode peternakan yang open house (kandang terbuka) menjadi close house (kandang tertutup) atau semi close house (kandang setengah tertutup).

Technical Support perusahaan mitra Unram itu juga mengharapkan para peneliti Unram terus meneliti sehingga menemukan metode mutakhir yang bahkan lebih murah dari metode budidaya dengan close house. (dys)